TUDUNG LINGKUP SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA PEREMPUAN MELAYU DI SEBERANG KOTA JAMBI
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i2.46177Keywords:
malay culture, traditional clothing, tudung lingkupAbstract
Tudung lingkup merupakan salah satu bagian penting dari busana tradisional perempuan Melayu di kawasan Seberang Kota Jambi. Penutup kepala ini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap pakaian adat, tetapi juga memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan nilai kesopanan, identitas budaya, dan ajaran Islam dalam masyarakat Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna budaya tudung lingkup serta perannya dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Melayu di tengah perubahan sosial modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai jurnal ilmiah dan sumber akademik yang membahas budaya Melayu serta pakaian tradisional. Hasil kajian menunjukkan bahwa tudung lingkup merupakan simbol identitas perempuan Melayu yang mencerminkan nilai kesopanan, kehormatan, dan penghormatan terhadap adat istiadat. Namun, pengaruh modernisasi dan perkembangan tren busana menyebabkan penggunaan tudung lingkup dalam kehidupan sehari-hari semakin berkurang dan lebih banyak digunakan dalam kegiatan adat dan budaya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian melalui pendidikan budaya, dokumentasi tradisi, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya daerah.
Downloads
References
Creswell, J. W. (2014). Research De-sign: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approach-es. California: Sage Publica-tions.
Denzin, N. K. (2017). The Research Act: A Theoretical Introduction to Sociological Methods. New York: McGraw-Hill.
Firliyana, Afria, & Fardinal. (2024). Kajian Etnolinguistik Pakaian Adat Perempuan Melayu Jam-bi. Jurnal Pendidikan dan Bu-daya.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
Hartati, M., Fatonah, F., & Putri, S. M. (2020). Estetika Ragam Tengkuluk Pakaian Tradision-al Masyarakat Melayu Jambi. Jurnal Ilmiah Universitas Ba-tanghari Jambi, 20(2), 438–446.
Karim, M. (2019). Kearifan Lokal Me-layu dalam Karya Sastra Mela-yu Klasik. Pena: Jurnal Pen-didikan Bahasa dan Sastra, 9(2), 78–90.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Sal-daña, J. (2014). Qualitative Da-ta Analysis: A Methods Sourcebook. California: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurdin, F., Hartati, H., & Putri, S. M. (2020). Baju Kurung Pakaian Tradisional Perempuan Mela-yu Jambi. Jurnal Ilmiah Uni-versitas Batanghari Jambi, 20(3), 751–756.
Putra, B. A. (2018). Islamisasi di Dunia Melayu Jambi. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 2(1), 29–50.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tambunan, A. B., dkk. (2024). Inte-grasi Makna Agama dan So-sial dalam Tradisi Tudung Lingkup Budaya Melayu Jam-bi pada Siswa Sekolah Dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidi-kan Dasar, 9(4).
Warni, W., & Afria, R. (2019). Men-elisik Kearifan Lokal Masyara-kat Melayu Jambi Berbasis Cerita Rakyat dalam Mem-bangun Peradaban. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 3(2), 295–313.
Wita, G., Mursal, I. F., & Wirdaneng-sih. (2023). “Tudung Lingkup”, the Malay Woman’s Clothing in Seberang Jambi City. Gen-der Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 9(1), 77–87.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.