LITERASI DIGITAL DAN INFORMASI

Authors

  • Lathifah UIN Raden Fatah Palembang
  • Latifatuz Zahra UIN Raden Fatah Palembang
  • M. Albab Mananna UIN Raden Fatah Palembang
  • Kasinyo Harto UIN Raden Fatah Palembang
  • Irja Putra Pratama UIN Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.46052

Keywords:

literasi digital; literasi informasi; pendidikan agama islam; tabayyun; berpikir kritis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan integrasi literasi digital serta literasi informasi dalam konteks pendidikan, khususnya pada Pendidikan Agama Islam (PAI) di era disrupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur seperti buku, jurnal, dan dokumen terkait yang diklasifikasikan menjadi sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dan informasi bukan sekadar kemampuan teknis penggunaan perangkat, melainkan kompetensi kognitif, etis, dan spiritual yang mencakup kemampuan berpikir kritis serta verifikasi informasi (tabayyun). Dalam perspektif Islam, literasi berakar pada perintah membaca (Iqra) dan kewajiban melakukan klarifikasi terhadap informasi untuk menghindari hoaks. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi kedua literasi ini dalam pembelajaran sangat strategis untuk membentuk karakter peserta didik yang cerdas dan bertanggung jawab, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kemampuan literasi siswa dan keterbatasan fasilitas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azzahra, K. (2022). Tantangan Literasi Digital di Kalangan Pelajar. Jurnal Pendidikan Dasar, 102.

Bawden, D. (2001). Information and Digital Literacies. Journal of Documentation, 218.

Daryono, D. (2017). Literasi Informasi Digital : Sebuah Tantangan Bagi Pustakawan. Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 1(2).

Gilster, P. (1997). Digital Literacy. Wiley.

Hidayat, M. (2023). Integrasi Literasi Digital dalam Pembelajaran PAI Jurnal Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 89.

Institute, D. (2023). Child Online Safety Index (COSI) Report. DQ Institute.

Katsir, I. (s.d.). Tafsir Ibnu Katsir. Jilid 8.

Kementerian Agama RI. (2019). Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Kemenag RI.

Kementerian Agama RI. (2021). Al-Qur’an dan Terjemahnya,. PT. Madina Raihan Makmur.

Kurnianingsih, I., Rosini, R., & Ismayati, N. (2017). Upaya Peningkatan Kemampuan Literasi Digital Bagi Tenaga Perpustakaan Sekolah Dan Guru Di Wilayah Jakarta Pusat Melalui Pelatihan Literasi Informasi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 3(1), 61. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jpkm.25370.

Madani, Z. A., Anwar, R. K., & Winoto, Y. (2025). Information Literacy in the Era of Misinformation : A Bibliometric Mapping of Educational Strategies and Interventions 2018-2024. Informasi, 55(2), 144–162.

Pratama, S. (2022). Penerapan Literasi Digital dalam Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Pendidikan, 45.

Pratiwi, H. (2024). LITERASI DIGITAL SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. JURNAL PENDIDIKAN ISLAM MUTA’ALLIMIN, 1(2), 79–92.

Rahmawati, A. (2021). Penggunaan LMS dalam Meningkatkan Keterlibatan Siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 67.

Shihab, M. Q. (s.d.). Tafsir Al-Misbah. Lentera Hati.

Triwijaya, D. N. (2019). Tujuan Dan Manfaat Literasi Informasi dengan Memanfaatkan Media Perpustakaan. Literasi Pustakawan, 2(4), 97–103.

UNESCO. (2008). Information Literacy Framework. UNESCO.

Warschauer, M. (2024). Technology and Social Inclusion: Rethinking the Digital Divide. MIT Press.

Downloads

Published

2026-04-26