TANGGUNG JAWAB SOSIAL MASYARAKAT PINGGIRAN SUNGAI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PERSPEKTIF KEWARGANEGARAAN EKOLOGIS DI DESA ALUH-ALUH BESAR KECAMATAN ALUH-ALUH

Authors

  • Nispia Puteri Universitas Lambung Mangkurat
  • Mariatul Kiptiah Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.44609

Keywords:

social responsibility, waste management, ecological citizenship

Abstract

Aluh-Aluh Besar Village is a village in Aluh-Aluh District, Banjar Regency, South Kalimantan Province, where most of the settlements are located along the riverbanks. Rivers play an important role as a source of life, a means of daily activities, and a supporter of the community's economy. However, waste management remains a serious problem because some people still dispose of household waste directly into the river. This condition reflects a low level of social responsibility towards the environment from an ecological citizenship perspective. This study aims to determine the behavior and moral social responsibility of riverbank communities in waste management and the factors that influence it. The study used a qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques, as well as analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that community behavior in waste management is still not optimal, characterized by the habit of throwing waste into the river due to the proximity of settlements and limited facilities. Morally, the community has an awareness of maintaining cleanliness and understands the importance of waste management, but this has not been fully implemented in real behavior. Influencing factors include awareness that is defeated by habit, limited facilities, the lack of village government involvement, and the influence of the social environment. Therefore, it is necessary to increase awareness, provide facilities, and collaborate between the government and the community.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barry, J. (2006). Resistance is fertile: From environmental to sustainability citizenship. Dalam A. Dobson & D. Bell (Eds.), Environmental citizenship (pp. 21–48). The MIT Press.

Dahuri, R. (2001). Pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan. Media Pressindo.

Dobson, A. (2003). Citizenship and the environment. Polity Press.

Soekanto, S. (2010). Sosiologi suatu pengantar. Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Szerszynski, B. (2006). Local landscapes and global belonging. Dalam A. Dobson & D. Bell (Eds.), Environmental citizenship (pp. 75–100). The MIT Press.

Wibowo, H. (2012). Pengelolaan sumber daya air berbasis ekosistem. Graha Ilmu.

Kartika, C. D., & Camellia. (2026). Persepsi peserta didik terhadap implementasi media Nearpod pada pembelajaran pendidikan Pancasila. JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan), 11(Special Issue 1), 65–76.

Saputra, D., & Faisal, E. (2026). Peningkatan keterampilan berpikir kritis melalui ekstrakurikuler empat pilar kebangsaan di SMA Negeri 1 Tanah Abang (PALI). JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan), 11(Special Issue 1), 108–112.

Anggraini, M. M. (2023). Peran karang taruna dalam penguatan peduli sosial pada masyarakat di Desa Wonomerto. Prosiding Conference on Research and Community Services, 5(1), 539–548.

Hakim, D. A., Hermanto, A., & Fikri, A. (2019). Kebijakan yuridis pemerintah daerah terhadap tanggung jawab sosial perusahaan. Jurnal Mahkamah: Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam, 4(2), 245–266.

Halimah, L., & Nurul, S. F. (2020). Refleksi terhadap kewarganegaraan ekologis dan tanggung jawab warga negara melalui program ecovillage. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 17(2), 142–152.

Mikaria., Bahari, Y., Purnama, S., Zakso, A., & Atmaja, T. S. (2020). Nilai-nilai dalam tradisi Notok Ompong perkawinan adat Dayak Ransa di Desa Nusa Poring Kecamatan Menukung Kabupaten Melawi. JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan), 11(Special Issue 1), 53–64.

Saputra, A., & Shomedran, M. (2023). Faktor yang memengaruhi perilaku masyarakat membuang sampah ke sungai. Jurnal Lingkungan, 5(2), 45–56.

Sari, S. C. W., Samsuri, S., & Wahidin, D. (2020). Penguatan kewarganegaraan ekologis untuk mewujudkan ketahanan lingkungan. Jurnal Ketahanan Nasional, 26(1), 40.

Sasongko, R., Astuti, W., & Yudana, G. (2022). Pola spasial permukiman di bantaran sungai. Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman, 4(2), 152–166.

Suwerda, B., Hardoyo, S. R., & Kurniawan, A. (2019). Pengelolaan bank sampah berkelanjutan di wilayah perdesaan. Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, 11(1), 74–86.

Hikam, M. A. (2022). Konsep moral menurut Immanuel Kant dan relevansinya terhadap pendidikan karakter. UNUSIA.

Silva, O. R. (2024). Perilaku komunikasi karyawan gender minoritas dalam mempertahankan identitas gender Universitas Komputer Indonesia.

Zakki Rizkiyah, H. (2014). Penetapan bobot timbulan sampah rumah tangga.

Mariatul. (2019). Pengembangan budaya sungai melalui civic engagement pada masyarakat Kota Banjarmasin.

Mariatul. (2020). Potret kemandirian siswa sekolah dasar pinggiran sungai di Kota Banjarmasin.

Mariatul, K., & Dian Agus, R. (2018). Implementasi civic skill dalam pengembangan warga negara peduli lingkungan pada masyarakat pinggiran sungai Kota Banjarmasin.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Downloads

Published

2026-04-15