IMPLEMENTASI METODE STORYTELLING PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA KELAS IV SDN 25 RADDA KABUPATEN LUWU

Authors

  • Syarfina Arfani Guslob Universitas Muslim Indonesia
  • Martini Universitas Muslim Indonesia
  • Ahmad Wakka Universitas Muslim Indonesia
  • Muh. Aidil Sudarmono R Universitas Muslim Indonesia
  • Yush Nawir Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.43901

Keywords:

Big Book, Prayer Etiquette, Interactive Storytelling, QR Code, Early Childhood., Kemampuan Berbahasa, Indonesia Language

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode bercerita serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kemampuan berbahasa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 25 Radda Kabupaten Luwu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 33 siswa dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling diterapkan melalui tahap pembukan, bercerita, dan evaluasi. Penerapan metode ini mampu meningkatkan kemampuan berbahasa siswa, khususnya keterampilan berbicara, penguasaan kosakata, dan keaktifan dalam pembelajaran. Faktor pendukungnya meliputi kerjasama antar pendidik, penggunaan media buku cerita bergambar, serta lingkungan belajar yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambatnya meliputi kurangnya fokus siswa, perbedaan kemampuan, serta keterbatasan waktu belajar. Dengan demikian, metode storytelling efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa siswa dengan dukungan strategi dan pengelolaan kelas yang optimal. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alwi, Hasan. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Bactiar, N. (2013) .Pendidikan Agama Islam diPerguruan Tinggi Umum. Yogyakarta: Aswaja Persindo.

Baharudin & Wahyuni Esa Nur. (2008). Teori Belajar dan Pembelajaran Storrytelling, Yogyakarta: Ar- Ruzz Media.

Bishry Abdul Karim, Yush Nawir. (2022). Implikasi Sifat Hasad dalam Pendiidkan Karakter MahasiswaI. Makassar : Jurnal Ilmiah Islamic Reseources.

Buanta, M. (2009). Buku, Dongeng, dan Minat Baca.Jakarta : Murti Buanta Foundation.

Geisler, H. (1997). Strorytelling Professionally: The Nuts and Bolts of A Working Performer. Englewood, Colorado: Libraries Unlimited, Inc.

Hamilton, Marta dan Weiss, Mitch. (2005). Excerpt from Children Tell Stories: Teaching and Using Storrytelling in the Classroom. Katonah, New York: Richard C. Owen Publisher.

Herdianti, E. R. (2024). “Pengembangan Naskah Storrytelling Cerita Rakyat Timun Mas Pada Materi Perbandingan Dua Besaran SDN Kelas V.” Bima Journal of Elementary Education, 2.1, 1–6.

Lualifah. (2003). Storrytelling Sebagal Metode Parenting Untuk Pengembanga kecerdasan Anak Usia Dini. Psikoislamika. Jurnal Pskologi dan Psikolog Islam, 100.

Mahmud. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Pustaka Setia.

Malan, K. (1991). Children as a Storytellers. Australia: Laura St, Newtown. Miller, S., & Pennycuff, L. (2008). The power of story: Using Storrytelling to improve literacy learning. Journal of Cross-Disciplinary Perspectives in Education, 1(1), 36–43

Muh. Aidil Sumarmono, Abdul Wahab, Muh Azhar. (2020). Upaya Peningkatan Minat Belajar Baca Tulis Al-Quran, Makassar: Jurnal Ilmiah Islamic Resource.

Muh. Syanur. (2019). Pengembangan Keterampilan Membaca Suatu Keterampilan Berbahasa Reseptif. Sulawesi Selatan: Uniprima Press

Mulyono, Deddy, dkk. (2018) Peningkatan Kemampuan Berbicara dengan Menggunakan Metode Storrytelling Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia, JPD: Jurnal Pendidikan Dasar, No.1 Vol 9.

Musfiroh. (2008). Cerita Untuk Anak Usia Dini. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Musfiroh, Tadkiroatun. (2013). Bermain Sambil Belajar dan Mengasah Kecerdasan. Jakarta: Depdiknas. 2005. Permendikbud Nomor 54.

Nababan. (1991). Sosiolinguistik Suatu Pengantar.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Nugroho, R. (2003). Prinsip-Prinsip Penerapan Pembelajaran. Jakarta: Balai Pustaka.

Pratiwi, R. (2016). Penerapa Metode Storrytelling untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita Siswa Kelas II SDN S4 Bandung. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 207.

Prabawadani, Ketut. (2018). Pengaruh Metode Storytelling Berbantuan Komik Terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia Siswa Kelas V. Jurnal Edutech.

Putri, Rahmatika. (2020) Struktur Klausa Dasar Bahasa Indonesia Dalam Surat KabarRepublika. Jurnal Islamic Manuscriptof Linguistics and Humanity vol. 2.

Salim R. (2019). Penerapan Metode Storrytelling untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Keas II SDGMIH L.O.C.JMP Online.

Subhayni, Sa’adiah & Armia. (2017). Keterampilan Berbicara. Banda Aceh: Syiah Kuala.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2026-03-24