ANALISIS MAKNA SIMBOLIK DAN NILAI SPIRITUAL DALAM TRADISI NYONGEK BUDAK (MEMANDIKAN BUDAK) DI DESA RAMBUTAN MASAM PROVINSI JAMBI
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.43503Keywords:
Nyongek Budak Tradition, Symbolic MeaningAbstract
The Nyongek Budak tradition in Rambutan Masam Village, Jambi Province, is a Malay customary ritual that is still preserved. This study aims to describe the implementation of the tradition, analyze the symbolic meaning of the ritual equipment, and identify the spiritual values contained therein. The research uses a descriptive qualitative approach through interviews with two traditional leaders and documentation of the ritual procession on February 6, 2026. The results of the study show that each item has a symbolic meaning that represents growth, tranquility, purification, strength of character, protection, and the beauty of life. This tradition contains spiritual values in the form of protection, hope for the future, steadfastness in life, and early spiritual education, while also strengthening cultural identity and preserving local wisdom.
Downloads
References
Abdullah, T. (1985). Tradisi dan kebangkitan Islam di Asia Tenggara. LP3ES.
Aminudin, H., Kurnia, H., & Apriliani, A. (2023). Pengaruh Nilai dan Norma Terhadap Tradisi Ruwat Bumi di Desa Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 3(1), 14–23.
Anwar, S. (2018). Nilai-nilai religius dalam tradisi masyarakat Melayu. Jurnal Kebudayaan Melayu, 3(2), 115–128.
Bahfiarti, T., & Aziz, S. (2025). Kronotop dan Sinkretisme: Kajian Dialogis Budaya dan Agama pada Upacara Rambu Solo Masyarakat Tana Toraja. Palita: Journal of Social Religion Research, 10(1), 75–96.
Dalle, A., & Tobroni, T. (2025). Dimensi-dimensi dalam beragama: Spiritual, intelektual, emosi, etika, dan sosial. Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 2(1), 151-165.
FARHANA, F. (2025). Makna Simbolik Tradisi Angngaru Dalam Upacara Pernikahan Di Kabupaten Maros= The Symbolic Meaning of the Angngaru Tradition in Wedding Ceremonies in Maros Regency. Universitas Hasanuddin.
Febriani, E. S., Arobiah, D., Apriyani, A., Ramdhani, E., & Millah, A. S. (2023). Analisis data dalam penelitian tindakan kelas. Jurnal Kreativitas Mahasiswa, 1(2), 140–153.
Firdaus, A., Diami, T., Hidayatsyah, R., Nursyahrobby, M., Suhaili, M., Rahmatika, Y., & Alawiyah, T. 2023. Dokumen Pemajuan Kebudayaan Desa. Rambutan Masam: Jambi
Haji, I. W. H. (2025). METODE PENELITIAN KUALITATIF: Memahami Realitas, Merangkai Makna. wawasan Ilmu.
Handoko, P. S. (2025). Makna Tradisi Sepasaran Setelah Kelahiran Bayi di Desa Way Kuyung Kalianda. UIN Raden Intan Lampung.
Hasan, H. N., & Susanto, E. (2021). Relasi Agama Dan Tradisi Lokal (Studi Fenomenologis Tradisi Dhammong Di Madura. Jakad Media Publishing.
Hidayat, M. (2019). Simbol dan makna ritual dalam tradisi masyarakat Melayu. Jurnal Antropologi Indonesia, 40(2), 123–135.
Ilmiah, Fitakhu Khoirul., Nuril Huda, & Haerussaleh. 2025. Analisis Semiotika dalam Tradisi Semoyo Putu di Desa Alaskobong Kecamatan Sempuh Kabupaten Banyuwangi. Jawa Timur: Khatulistiwa, 5(2)
Iskandar, M. (2016). Nilai religius dalam tradisi masyarakat Melayu. Rajawali Pers.
Juita, F., Effendi, M., & Maryam, S. (2025). Buku ajar mata kuliah metode penelitian kualitatif: Penelitian kualitatif untuk menilik berbagai fenomena sosial. Penerbit NEM.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). Rineka Cipta.
Kurniawan, T. (2023). Pelestarian tradisi lokal di era modernisasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 28(1), 55–70.
Lobja, X. E., Rifani, I., & Nugrohoa, C. (2025). Nilai Simbolik, Adaptasi, dan Integrasi Nilai Tradisi Tate’e pada Masyarakat Tanebar Evav, Maluku Tenggara. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 10(1), 206–218.
Mu'minin, M. A., Karoma, K., & Handayani, T. (2025). Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Kelahiran Anak di Sumatra Selatan. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 15(1), 137-154.
Nurhayati, N., Apriyanto, A., Ahsan, J., & Hidayah, N. (2024). Metodologi Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Nur, N., & Jailani, M. S. (2020). Tradisi ritual bepapai suku banjar: mandi tolak bala calon pengantin suku banjar kuala-tungkal provinsi jambi, indonesia. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 18(2), 287-308.
Pulungan, R. A. (2023). Makna simbolik komunikasi memohon kelancaran pertanian dalam tradisi marpanggang di Desa Siunjam Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan. UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Putri, L. (2022). Makna simbolik kelahiran dalam budaya Melayu. Jurnal Humaniora Indonesia, 14(2), 210–223.
Putri, T. A., Safitri, N. A., Islami, N., Aida, N., & Zulkarnain, A. I. (2024). Analisis nilai spiritual dalam pembentukan karakter pada prinsip Belom Bahadat. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 1(2), 1131-1143.
Rahman, F. (2017). Struktur sosial dan kepemimpinan adat di Sumatra. Pustaka Pelajar.
Rahmawati, Z., & Nainggolan, J. J. (2025). Makna Simbolik Tradisi Turun Mandi dalam Penguatan Atraksi Budaya Masyarakat Minangkabau. Journal of Integrated Innovation Science, 1(2), 61–70.
Rehayati, R., & Hasbi, R. (2025). Ritual Peralihan.
Rozaq, M. F., & Rofiq, M. (2026). TEORI INTERAKSIONALISME SIMBOLIS (SIMBOL-SIMBOL KEAGAMAAN DALAM INTERAKSI SEHARI-HARI). Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(2), 1578-1583.
Rizqi, A. A. S., & Fauzi, A. M. (2025). Makna dan Peran Tradisi Nyadran dalam Kehidupan Sosial Keagamaan Masyarakat Jawa: Studi Kasus di Sidoarjo. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat, 9(2), 238–253.
Sari, D. P. (2021). Solidaritas sosial dalam ritual kelahiran masyarakat Melayu Jambi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 7(1), 45–58.
Sudarto, S., Warto, W., Sariyatun, S., & Musadad, A. A. (2024). Cultural-religious ecology masyarakat pesisir Cilacap. Danadyaksa Historica, 4(2), 9–21.
Sumilih, D. A., Nurharyani, O. P., Wirautami, N. L. P., Verrysaputro, E. A., Hamidah, I., Kasim, M., Resticka, G. A., Kuntarto, K., Fatmawati, F., & Sari, T. (2025). Pengantar Ilmu Budaya: Buku Ajar. Star Digital Publishing.
Suparlan, P. (2004). Hubungan antar suku bangsa. Yayasan Pengembangan Kajian Ilmu Kepolisian.
Suparlan, P. (2014). Peran tokoh adat dalam mempertahankan nilai budaya lokal. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 18(1), 1–15.
Suryani, L. (2021). Ritual kelahiran dalam perspektif budaya Melayu Jambi. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(1), 45–58.
Tylor, E. B. (1871). Primitive culture: Researches into the development of mythology, philosophy, religion, art, and custom. John Murray.
Ustianti. (2025). Interaksi manusia dan kebudayaan. Mosaik Peradaban: Interaksi Manusia Dan Kebudayaan, 70.
Van Gennep, A. (1960). The rites of passage (M. B. Vizedom & G. L. Caffee, Trans.). University of Chicago Press. (Original work published 1909)
Wulandari, D. (2024). Implementasi program pemajuan kebudayaan desa: tinjauan pemberdayaan masyarakat berbasis budaya. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 9(1), 20–34.
Yusuf, R. (2018). Tradisi lisan dan pewarisan budaya Melayu. Jurnal Kebudayaan Melayu, 5(2), 89–102.
Zainuddin, A. (2020). Ritual dan perubahan sosial pada masyarakat pedesaan di Jambi. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 22(3), 301–315.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.