REVITALISASI MUSIK TRADISIONAL PALEMBANG MELALUI KEGIATAN LOKAKARYA BERBASIS KOMUNITAS DI DEWAN KESENIAN PALEMBANG
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.43216Keywords:
traditional music, cultural revitalization, community service, workshop, palembang arts councilAbstract
Traditional music represents an essential component of regional cultural heritage that embodies historical, social, and aesthetic values. However, the rapid advancement of globalization and the dominance of popular culture have contributed to the declining interest of younger generations in traditional music. This article aims to describe community service activities designed to revitalize Palembang traditional music through community-based workshops conducted at the Palembang Arts Council (Dewan Kesenian Palembang/DKP). This study employs a qualitative descriptive method using direct observation, documentation, and literature review. The activities were implemented during the DKP Arts Week and consisted of traditional music workshops, practical instrument-based learning, adaptive performances of traditional songs, and collaborative art presentations. The findings indicate that the workshops enhanced participants’ understanding, appreciation, and engagement with traditional music, strengthened community participation, and supported the regeneration of young traditional musicians. Therefore, community-based workshops serve as an effective strategy for revitalizing traditional music and strengthening local cultural identity in a sustainable manner.
Downloads
References
Damaraji, W. K., Nugroho, A. Q., & Santoso, R. (2024). Kolaborasi musik tradisional kentongan dengan musik rock dan dampaknya terhadap apresiasi generasi muda. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 26(1).
Effendi, D., & Wahidy, A. (2025). Realitas bahasa terhadap budaya sebagai penguatan literasi pendidikan. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas PGRI Palembang.
Farida, & Yunani. (2025). Undang-Undang Simbur Cahaya sebagai sumber hukum di Kesultanan Palembang. Repository Universitas Sriwijaya.
Hadi, Y. S. (2006). Seni pertunjukan dan masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hidayatullah, R., & Prasetyo, F. (2017) Workshop Musik Tradisional Berbasis Komunitas: Studi Kasus di Palembang. Jurnal Pendidikan Seni Musik, 5(1), 12–23.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (Revisi ed.). Jakarta: Rineka Cipta.
Kurniawan, R., Wulandari, S. R., & Alam, A. Z. (2025).
Dayak Sape’ music workshop as a medium for cultural communication, skill development, and appreciation of Nusantara music. Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(3), 190–199.
Lestariwati. (2025). Revitalisasi seni tradisional sebagai upaya pelestarian budaya lokal di era globalisasi. Journal of Art Communication and Culture Global, 1(1).
Nuristama, R. U. (2024). Reimagining music education: School–community partnerships for cultural sustainability in Indonesia. Harmonia: Journal of Music and Arts, 2(3).
Prasetya, H. (2018). Seni tradisi dan identitas budaya lokal. Jurnal Humaniora, 6(1), 33–45.
Rahmawati, S. (2016). Revitalisasi Musik Tradisional dalam Pendidikan Nonformal di Sumatera Selatan. Jurnal Seni dan Budaya, 4(2), 30–42.
Ramadhani, A. P., & Dewi, D. W. C. (2025). Nilai moral dalam lirik lagu “Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan” karya Payung Teduh (Sebuah kajian sosiologi sastra). Jurnal Bima: Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra, 3(3), 91–103.
Salu, V. R. (2025). Nilai nilai pendidikan multikulturalisme pada musik tradisional Tali Dua di Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 15(1).
Salsabila, A., & Yensharti, Y. (2025). Strategi dan metode pelatihan musik tradisional di Sanggar Saandiko: Upaya pelestarian seni melalui pendidikan nonformal. ARTED: Jurnal Ilmiah Seni dan Pendidikan Seni, 1(1), 1–10.
Sedyawati, E. (2014). Kebudayaan di Nusantara: Dari keris, tor-tor, sampai industri budaya. Jakarta: Komunitas Bambu.
Sosrowijaya, K. M. (2023). Transmission of local and traditional music in Indonesian popular music (Case studies of Indonesian music groups). Harmonia: Journal of Music and Arts, 1(1), 55–66.
Soedarsono, R. M. (2002). Seni pertunjukan Indonesia di tengah arus global. Jakarta: MSPI.
Syaifudin, N. (2023). Representasi nilai-nilai budaya Jawa dalam lirik lagu “Caping Gunung” karya Gesang. Lingue: Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra, 5(2), 30–39.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Winata, M., & Syahputra, B. (2025). Perancangan media sosialisasi lagu daerah Indonesia menggunakan pendekatan lo fi (low fidelity). Explore: Jurnal Sistem Informasi dan Telematika.
Wijaya, A. (2020). Revitalisasi kesenian tradisional melalui pendekatan partisipatif. Jurnal Kebudayaan, 15(1), 55–67.
Wulandari, D. A., & Marzuki, M. (2020). Undang-Undang Simbur Cahaya dalam mengatur hukum perkawinan di Kesultanan Palembang. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(2), 187–197.
WongKito.co. (2025). Pekan Seni Palembang hadirkan workshop lagu Ratu Sinuhun berbasis nilai Simbur Cahaya
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.