STRATEGI GURU DALAM KOMPETENSI LINTAS BUDAYA ANAK IMIGRAN DI AT-TANZIL KOTA DAMANSARA MALAYSIA

Authors

  • Ahmad Hinanda Nuriyanto Institut Agama Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia
  • Nurlaili Dina Hafni Institut Agama Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.42892

Keywords:

Lintas budaya, strategi, multikultural

Abstract

Global mobility in the twenty-first century has led to an increasing movement of populations across national borders, including the migration of Indonesian families to multiethnic urban areas such as Kota Damansara, Malaysia. This condition has significant implications for the educational sector, particularly for immigrant children who face challenges related to cultural adaptation, language barriers, and limited access to formal education. This study aims to analyze teachers’ strategies in developing the intercultural competence of Indonesian immigrant children at the At-Tanzil Learning Center in Kota Damansara, identify the challenges encountered in the learning process, and examine the efforts undertaken by teachers to address these obstacles. This research employed a qualitative descriptive approach using field research. The research subjects consisted of Indonesian immigrant children participating in nonformal education at the At-Tanzil Learning Center, teachers, and international community service (KKN) students. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the interactive model proposed by Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that learning activities at At-Tanzil take place within a multicultural and transnational context by simultaneously integrating Indonesian national values, Nusantara cultural heritage, and Islamic education. Teachers implement experiential thematic learning, collaborative learning models, language integration, and religio-cultural approaches to develop students’ intercultural competence. The main challenges identified include limited resources and cultural curriculum materials, language barriers, restricted instructional time, the psychosocial conditions of immigrant students, and the lack of formal training in multicultural education for teachers. To address these challenges, teachers adapt instructional materials through translanguaging practices, promote peer support, collaborate with parents and the community, engage in internal professional reflection, and apply inclusive psychosocial approaches. This study underscores the strategic role of community-based nonformal education in strengthening intercultural competence and national identity among Indonesian immigrant children living abroad.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amaliati, S., Nazriyah, R., Syifa, I., & Ma’ani, A. (2024). Systematic Literature Review: Dimensi Pendidikan Multikultural Indonesia dan Malaysia. Jurnal Pendidikan Islam Dan Kajian Islam, 2(1), 1–13.

Anshori, M., & Rizki, M. A. (2025). Membangun Sekolah Alternatif Anak Migran Indonesia di Malaysia : Uinsa International Community Engagement Building Alternative Schools for Indonesian Migrant Children in Malaysia : Uinsa International Community Engagement. 5(2), 109–113.

Azizah, S. N., Zahry, A. A., Putri, A. R., Putri, T. A., Fadhillah, M. P., Arumsari, P. A., Purba, N., & Anoura, F. (2024). Educational Literacy Assistance and Training for Indonesian Migrant Children in Malaysia. Buletin KKN Pendidikan, 5(2), 191–197. https://doi.org/10.23917/bkkndik.v5i2.23253

Hasanah, N., Nur, M. A., Rahmatillah, S. A., Darwisa, D., & Putri, K. H. (2024). Analisis Faktor Penghambat dan Upaya untuk Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar Negeri. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(3), 3162–3169. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i3.3769

Hasanah, S. T., Laksana, S. D., & Wulansari, A. (2025). Jurnal Ilmu Perpustakaan ( JIPER ) Penerbit Prodi Perpustakaan & Sains Informasi FISIP UMMAT THE INFLUENCE OF CULTURAL AND CITIZENSHIP LITERACY THROUGH STORYTELLING METHOD ON THE NATIONALISM OF CHILDREN OF MIGRANT WORKERS A . PENDAHULUAN Nasionalisme merupakan fondasi penting dalam membentuk identitas kebangsaan sejak usia dini . Bagi anak-anak buruh migran Indonesia yang tinggal di luar negeri , menjaga rasa kebangsaan menjadi tantangan tersendiri di tengah keterbatasan akses pendidikan dan pengaruh budaya asing . Anak-anak ini tumbuh dalam kondisi sosial , budaya , dan ekonomi yang kompleks . Mereka sering kali hidup dalam ketidakpastian status hukum orang tua dan tekanan adaptasi budaya di negara tujuan seperti Malaysia , Taiwan , dan Arab Saudi . Salah satu keberhasilan pendidikan ditentukan oleh literasi . Dalam konteks ini , Gerakan Literasi Nasional ( GLN ) Kemdikbud memiliki upaya untuk meningkatkan literasi dengan menetapkan enam literasi dasar , dua di antaranya adalah literasi budaya dan kewarganegaraan . Literasi budaya mencakup tiga poin utama yaitu living together , social responsibility , belonging , dan core attitudes yang menekankan pentingnya keberagaman , tanggung jawab sosial , serta rasa memiliki terhadap komunitas ( Lähdesmäki et al ., 2021 ). Di sisi lain , literasi kewarganegaraan mencakup kompetensi sosial , partisipasi aktif , pemahaman terhadap hak asasi manusia ( HAM ), demokrasi , dan inklusi ( Hadiansyah et al ., 2017 ). Literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis , tetapi juga meliputi pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai sosial dan budaya yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat ( Nurhayati & Wulansari , 2021 ). Dalam penelitian ini , indikator nasionalisme yang digunakan meliputi cinta tanah air , sikap disiplin , dan tanggung jawab sosial , sebagaimana dirumuskan dalam prinsip pendidikan karakter dan nilai kebangsaan ( Basuni , 2021 ). Budaya , menurut asal katanya , berasal dari gabungan kata budi dan daya . Budi berarti akal atau cipta , sedangkan daya berarti kekuatan . Secara etimologis , istilah ini juga berasal dari bahasa Sanskerta " buddayah " , bentuk jamak dari " buddhi , yang berarti akal atau pikiran " ( Koentjaraningrat , 2009 ). Maka , budaya dapat dimaknai sebagai segala hasil cipta , rasa , dan dan diwariskan , termasuk nilai , norma , tradisi , bahasa , sistem kepercayaan , kesenian , dan perilaku sehari-hari . Dalam konteks ini , budaya menjadi dasar penting dalam pembentukan …. 7(2), 219–238.

Journal, C. D., Idrus, I. A., Astuty, H. S., Kurnia, H., Jon, E., Rukhmana, T., Ikhlas, A., & Budaya, K. (2024). Strategi pengembangan pendidikan multikultural di indonesia. 5(3), 4418–4424.

MetodePenelitianKuantitatifKualitatifDanRDsugiyono. (n.d.).

Mukhamad Murdiono. (2023). Strategi Pembelajaran Pendidikan Multikultural Berbasis Budaya Lokal. PKn Progresif, 7(1), 2012.

Musa, M., & Kupang, U. M. (2022). TEACHER CHALLENGES AND STRATEGIES IN MULTICULTURAL. 148–158.

Nabila, S., Bong, N. T., Eldestza, N. Z., Ramadhan, M. F. K., Syukur, A., Raihan, A., Altaira, A., Agusman, D. D., & Azizah, S. N. (2025). Penerapan Nilai-Nilai Untuk Meningkatkan Nasionalisme Pada Anak Pekerja Migran Indonesia Di Malaysia. Jurnal Pengabdian Kolaborasi Dan Inovasi IPTEKS, 3(1), 18–25. https://doi.org/10.59407/jpki2.v3i1.1697

Rahmawati, T., Harliana, & Saputra, A. S. (2023). PARADIGMA Jurnal Pengabdian Masyarakat. 1(August), 39–49.

Sd, D. I., & Gulingan, N. O. (2025). STRATEGI GURU DALAM MENGELOLA KELAS MULTIKULTURAL UNTUK MENGINTERNALISASIKAN DIMENSI KEBHINEKAAN GLOBAL PADA KELAS 1. 9(7), 256–261.

Setiawaty, R., Fahrizal, D., Ariani, N. P., & Nikmah, M. U. (n.d.). Integrasi Kearifan Lokal Dalam Media Pembelajaran di SD : Sistematic Literature Review. 4(2025), 500–510.

Studi, P., Agama, P., Arif, M., Islam, P. A., & Keagamaan, K. (2025). Strategi Guru PAI dalam Membangun Kesadaran Keagamaan Siswa di Lingkungan Multikultural. 01(01), 43–53.

Suárez-Orozco, C., Motti-Stefanidi, F., Marks, A., & Katsiaficas, D. (2018). An integrative risk and resilience model for understanding the adaptation of immigrant-origin children and youth. American Psychologist, 73(6), 781–796. https://doi.org/10.1037/amp0000265

Suharsono, Suyanta, Sugiyanto, A., Yulistani, Y., & Handayani, L. (2022). Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 1(4), 54–59.

Sukmawati, F., Khasanah, U., Fatimah, M., & Mujiburrohman, A. (2022). IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services. IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services, 3(2), 75–81. https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/ijecs/article/view/1654/pdf

Wahyudi, M., Arisanti, F., & Muttaqin, M. ‘Azam. (2024). Pendekatan Holistik Dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Menyelaraskan Aspek Kognitif, Emosional dan Sosial. Journal of Early Childhood Education Studies, 4(1), 33–72. https://doi.org/10.54180/joeces.2024.4.1.33-72

Wayan, N., Widiastini, E., Luh, N., & Agetania, P. (2024). The Influence of Multicultural Education Learning Strategies on Tolerance Attitudes. 7, 149–159.

Downloads

Published

2026-03-20