HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 3-5 TAHUN DI POSYANDU RW 002 KELURAHAN TUGU SELATAN KOTA JAKARTA UTARA
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.42730Keywords:
pengetahuan ibu, gizi seimbang, status gizi, balita, antropometriAbstract
Masalah gizi pada anak usia 3–5 tahun masih menjadi isu kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan seperti Jakarta Utara. Pengetahuan ibu tentang gizi seimbang merupakan salah satu faktor tidak langsung yang berpotensi memengaruhi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi anak usia 3–5 tahun di Posyandu RW 002 Kelurahan Tugu Selatan, Kota Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional dengan teknik total sampling yang melibatkan 118 ibu dan anak. Data pengetahuan ibu dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Guttman, sedangkan status gizi anak dinilai berdasarkan indikator antropometri WHO (BB/U, TB/U, BB/TB, dan IMT/U) yang dihitung menggunakan aplikasi WHO Anthro. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan cukup (50,8%), dan mayoritas anak berada pada kategori status gizi normal berdasarkan seluruh indikator antropometri. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi anak usia 3–5 tahun berdasarkan indikator BB/U, TB/U, BB/TB, dan IMT/U (p < 0,05). Disimpulkan bahwa pengetahuan ibu berasosiasi signifikan dengan status gizi anak. Penguatan edukasi gizi melalui kegiatan posyandu diperlukan sebagai strategi preventif untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Downloads
References
Adil, A., Liana, Y., & Mayasari, R. (2023). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif: Teori dan praktik.
Ananda, A., Messakh, S., & Dary, D. (2020). Gambaran status gizi dan perkembangan motorik anak usia 3–5 tahun di Kelurahan Pulutan, Salatiga. Jurnal Sains dan Kesehatan, 2(4), 472–479. https://doi.org/10.25026/jsk.v2i4.251
Anggraini, F. D. P., Aprianti, A., Setyawati, V. A. V., & Hartanto, A. A. (2022). Pembelajaran statistika menggunakan software SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas. Jurnal Basicedu, 6(4), 6491–6504. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3206
Ariani, S., Afrilia, A., & Fildilla, F. (2024). Hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan kejadian stunting pada balita. Journal of Midwifery Madani, 1(2).
Ayuningtyas, G., Hasanah, U., & Yuliawati, T. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi balita. Journal of Nursing Research, 1(1).
Boseren, A. K., Sanggelorang, Y., & Punuh, M. I. (2023). Hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tinumbala. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 16425–16430.
Budi, A., Dedy, I. P., Mardiah, A., & Budiarto, J. (2021). Buku ajar penelitian kesehatan (1st ed.). Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar.
Delinda, A. S., Saleh, A. J., & Putrie, S. (2025). Hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dan pendapatan keluarga dengan status gizi balita. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan.
Fajriani, Aritonang, E. Y., & Nasution, Z. (2020). Hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan gizi seimbang keluarga dengan status gizi anak balita usia 2–5 tahun. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(1), 1–11. https://doi.org/10.33221/jikm.v9i01.470
Farhan, M. (2013). Hubungan pengetahuan ibu rumah tangga tentang gizi seimbang dengan perilaku pemenuhan gizi pada balita usia 3–5 tahun di Desa Banjarsari Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor (Skripsi). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Jauhari, M. T., & Ardian, J. (2023). Tingkat pengetahuan ibu tentang gizi serta status gizi balita. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi, 2(1), 293–300. https://doi.org/10.55606/jikg.v2i1.2338
Kasumayanti, E., & Aulia, M. (2020). Hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi balita. Jurnal Ners, 4.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang pedoman gizi seimbang.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang standar antropometri anak.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pemantauan pertumbuhan balita.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.
Komala, R., Febriani, W., Ariska, K., & Nurrahmawati, E. (2023). Correlation between mother’s nutritional knowledge and nutritional status (height-for-age and BMI-for-age) of children. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 82–91.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan (Edisi revisi). Rineka Cipta.
Nuradhiani, A. (2023). Faktor risiko masalah gizi kurang pada balita di Indonesia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat dan Sosial, 1(2), 17–25. https://doi.org/10.59024/jikas.v1i2.285
Nuzuliyah, I., Faqihatus, D., Has, S., & Srirahayu, E. (2019). Hubungan pengetahuan gizi ibu dan pola konsumsi balita dengan status gizi balita. Ghidza Media Journal, 1(1).
Olii, M., Domili, I., Setiawan, D. I., & Nuryani. (2024). Hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita. Journal Health and Nutritions, 10(2).
Pratiwi, S. N. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita usia 3–5 tahun.
Priyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif. Zifatama.
Salmadita, A., & Mahfud, A. (2024). Mewujudkan pola makan gizi seimbang untuk kesehatan optimal anak. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2.
Sari, A. P., & Haryanti, D. (2023). Hubungan pengetahuan, pendidikan, dan tingkat pendapatan terhadap status gizi pada balita. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 6(6).
Sekarini, S. (2022). Kejadian stunting pada balita ditinjau dari karakteristik umur dan jenis kelamin. Jurnal Ilmu Kesehatan Makia, 12(1), 8–12. https://doi.org/10.37413/jmakia.v12i1.186
Sir, S. G., Aritonang, E. Y., & Jumirah, J. (2021). Praktik pemberian makanan dan praktik kesehatan dengan kejadian balita dengan gizi kurang. Journal of Telenursing, 3(1), 37–42. https://doi.org/10.31539/joting.v3i1.2091
Suryani, L. (2017). Faktor yang mempengaruhi status gizi balita. Journal of Midwifery Science, 1(2).
Sutrisno, & Tamim, H. (2023). Hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita. Jurnal Ilmu Medis Indonesia, 2(2), 77–83. https://doi.org/10.35912/jimi.v2i2.1513
UNICEF. (2023). Levels and trends in child malnutrition.
Wayan Darmini, N., Fitriana, L. B., & Vidayanti, V. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan kejadian stunting pada balita usia 2–5 tahun.
Widad, S. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi balita usia 6–59 bulan. Health Research Journal, 2.
Wirman, L., Afiva, N., & Nazwa, W. S. (2024). Upaya perbaikan gizi pada anak. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 3(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.