PELATIHAN KARAWITAN PAKELIRAN WAYANG GEDOG SEBAGAI KEBERTAHANANBUDAYA DI LKP SANGGAR PARIKESIT KABUPATEN SUKOHARJO

Authors

  • Dian Nastiti Institut Seni Indonesia Surakarta
  • Suraji Institut Seni Indonesia Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.42651

Keywords:

Development, Artistic values of Wayang Jemblung, Procrastination

Abstract

This community service initiative was designed to support the regeneration of artists, particularly in the field of Karawitan. The program was executed through a combination of individual and group training sessions, including ensemble practices (tabuh bersama). Training was held twice weekly: one session for small groups and one for large group rehearsals. The repertoire taught consisted of gending-gending pakeliran Wayang Gedog Surakarta such as Ayak, Srepeg, Sampak, and others. Adolescents were selected as the target participants due to their productive age range, making them more receptive to the learning materials. Moreover, young people are considered the key agents in preserving Javanese culture, especially the art of Karawitan.The community service comprised three distinct stages: preparation, implementation, and evaluation. In the preparation phase, the drill method was employed as the primary training approach. As a direct result of this program, the youth Karawitan group from Kotakan Village successfully presented a cohesive wayang kulit performance.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Mubarok, A. A. S. A. (2023). Budaya Lokal Karawitan: Integrasi Nilai-nilai Islam dan Moderasi Beragama. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 7(1), 227–236.

Anjayani, N. A. (2020). Kesenian jaranan dan bantengan di pemukiman muslim kabupaten Kediri. Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization, 3(2), 165–189.

Diantara, I. P. A., Trisnawati, I. A., & Arshiniwati, N. M. (2024). Media Pendidikan Karakter Pada Pembelajaran Seni Karawitan di Kerobokan. Jurnal Penelitian Mahasiswa Indonesia, 4(4), 418– 424.

Dianti, P., & Waluyati, S. A. (2020). Dampak Potensial Penggunaan Buku Ajar Pendidikan Demokrasi Berbasis Nilai Dalam Mengembangkan Sikap Demokratis Mahasiswa. Jurnal Civic Hukum, 5(1), 75–85. doi: https://doi.org/10.22219/jch.v5i1.104 93

Junaidi, J., & Sugiarto, A. (2018). Hubungan Wayang dan Gending dalam Pakeliran Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta. Wayang Nusantara: Journal of Puppetry, 2(1).

Purwanto, D. (2013). Permainan Ricikan Kenong Dalam Karawitan Jawa Gaya Surakarta. Gelar: Jurnal Seni Budaya, 11(2).

Saptono, S., Haryanto, T., & Hendro, D. (2019). Greng Sebuah Estetika Dalam Kerampakan Antara Gamelan Dan Vokal. Kalangwan: Jurnal Seni Pertunjukan, 5(1), 29– 38.

Setyawati, Z. I., & Yanuartuti, S. (2021). Strategi Pembelajaran Vokal untuk Anak-Anak di Purwacaraka Music Studio Margorejo Surabaya. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 10(1), 1– 14.

Subuh, S. (2016). Garap Gending Sekaten Keraton Yogyakarta. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 17(3), 178–188.

Suratno, S., & Rianto, J. (2019). Wayang Beber Lakon “Joko Kembang Kuning” Garap Kontemporer Sebagai Upaya Pelestarian Dan Pengembangan Seni Tradisi. Lakon Jurnal Pengkajian & Penciptaan Wayang, 16(2).

Uce, L. (2015). The golden age: Masa efektif merancang kualitas anak. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 1(2), 77–92.

Untari, U. (2025). Penerapan Metode Pembelajaran Ekstrakurikuler Karawitan Sebagai Pendukung Pendidikan Karakter. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 8(1), 53–72.

Waridi. (2001). Martopangrawit Empu Karawitan Gaya Surakarta. Mahavhira.

Downloads

Published

2026-03-31