STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU PAUD MELALUI KOMUNITAS BELAJAR

Authors

  • Abdullah Zaky Institut Miftahul Huda Subang
  • Siti Aisyah Institut Miftahul Huda Subang
  • Kokom Komariah Institut Miftahul Huda Subang
  • Mutoharoh nstitut Miftahul Huda Subang
  • Siti Khoeriyah Institut Miftahul Huda Subang

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.42580

Keywords:

Keywords: learning communities, ECE teacher competence, mentoring, Platform Merdeka Mengajar, pedagogy

Abstract

The development of competencies among Early Childhood Education (ECE/PAUD) teachers has become a strategic necessity to ensure contextual and sustainable learning quality. One increasingly applied approach is the strengthening of learning communities collaborative spaces in which teachers share practices, engage in joint reflection, and design follow-up actions based on field needs. An effective learning-community model integrates peer learning (practice sharing), mentoring/coaching, small-scale classroom action research, and the use of digital platforms for documentation and learning resources. Empirical findings show that teacher engagement within learning communities has a significant impact on improving pedagogical competencies as well as the ability to design and implement instruction.

Recommended practical strategies include:(1) routine meetings centered on real instructional problems (problem-centered meetings) so that discussions directly lead to teaching solutions,(2) peer observation and structured feedback to accelerate the transfer of effective practices,(3) focused mentoring by facilitators/mentors during the design and implementation phases of learning outcomes (including literacy/STEAM content in early childhood education),(4) the use of digital platforms (e.g., the Merdeka Mengajar Platform) to archive lesson plans, assessment rubrics, and shared modules, thereby improving crosslocation collaboration; and (5) continuous evaluation mechanisms (reflection, monitoring, and follow-up actions) to ensure that changes in practice are sustainable. These strategies have been implemented in mentoring programs and proceedings that incorporate digital platforms to support the implementation of the Merdeka Curriculum.

Research and community-service studies demonstrating the effectiveness of learning communities in ECE contexts often use quantitative designs (to test the influence of community participation on teacher competence) and PKM/implementation approaches (to design mentoring interventions and evaluate their outcomes). These findings consistently indicate an increase in teachers’ pedagogical abilities after

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anjani, N. (2024). Model Pengembangan Profesional Guru Berbasis Sekolah. Jakarta: Prenada Media Group.

Anggraini, L. (2024). Refleksi Profesional Guru dalam Implementasi Kurikulum Baru. Bandung: Alfabeta.

Khusna, R., & Priyanti, N. (2023). Pengaruh Komunitas Belajar Terhadap Kemampuan Pedagogik Guru di Ikatan NSIN TK Bekasi. Jurnal Ilmiah Potensia, 8(2), 252–260.

Lestari, D., & Yuliani, S. (2021). Komunitas Belajar sebagai Strategi Adaptasi Guru terhadap Perubahan Kurikulum PAUD. Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Profesi, 6(2), 40–50.

Lestari, P., & Nurjanah, F. (2024). Budaya Belajar Berkelanjutan di Lembaga PAUD melalui Komunitas Profesional. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 12(1), 18–30.

Hasibuan, R. H., Awaliyah, R., & Nurhasanah, N. (2023). Pendampingan Komunitas Guru PAUD dalam Merancang Capaian Pembelajaran Berbasis Muatan Literasi dan STEAM. Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JIPPMas), 3(2), 80–90.

Hidayati, S. (2024). Pengembangan Kapasitas Guru Berbasis Komunitas Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Haryanto, A. (2021). Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru PAUD Melalui Kegiatan Reflektif dan Kolaboratif. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 80–92.

Hasanah, R. (2024). Adaptasi Guru PAUD terhadap Kebijakan Kurikulum Merdeka. Jakarta: Pustaka Cendekia.

Meuthia, R. (2023, Agustus). Strategi Pendampingan Komunitas Belajar dalam Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar, 1(1), 614–639.

Nasution, R. (2024). Transformasi Digital dalam Pendidikan: Tantangan dan Strategi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Prasetyo, D. (2024). Evaluasi Pelatihan Guru dan Tantangan Pendampingan Profesional. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(2), 37–50.

Putra, D. (2024). Kolaborasi Guru dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran. Surabaya: Smart Edu Press.

Putri, M. A. (2024). Efektivitas Komunitas Belajar dalam Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru. Jurnal Profesi Pendidik, 14(1), 70–82.

Rahman, A. (2024). Kolaborasi Guru dalam Membangun Komunitas Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ramdhani, S. (2024). Pendidikan di Era Digital: Tantangan dan Peluang Bagi Guru. Surabaya: Global Edu Press.

Rahmawati, I. (2024). Komunitas Belajar: Teori, Praktik, dan Aplikasinya di Sekolah. Semarang: Citra Mandiri Media.

Sari, D. N. (2024). Komunitas Belajar sebagai Media Pengembangan Profesional Guru. Bandung: EduPress.

Sutarsih, E. (2024). Implementasi Kurikulum Merdeka pada Satuan Pendidikan. Malang: Universitas Negeri Malang Press.

Sukarni, A. (2023). Peningkatan Kompetensi Guru dalam Implementasi

Kurikulum Merdeka melalui Komunitas Belajar di SD Negeri Angkasa I Kecamatan Kalijati. Jurnal Penelitian Guru FKIP Universitas Subang, 6(2), 239–248.

Sofyan, F. (2021). Profesionalisme Guru PAUD di Era Transformasi Pendidikan. Bandung: Laksana Media.

Yusuf, A. & Nurhayati, E. (2021). Kolaborasi Guru dalam Pengembangan Pembelajaran Anak Usia Dini. Jakarta: Pustaka Edukasi.

Wulandari, T. (2024). Profesionalisme Guru PAUD di Era Transformasi Pendidikan. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia, 10(1), 30–42.

Wulandari, F. (2024). Strategi Pembelajaran Berpusat pada Anak di PAUD.

Malang: Mandiri Publishing.

Downloads

Published

2025-12-25