Penerapan Circle Time Dalam Melatih Keterampilan Sosial Siswa
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.41999Keywords:
Circle Time, Sekolah Dasar, Keterampilan SosialAbstract
Teaching and learning activities in schools are facing new challenges. The recent rise in bullying cases is an example of the lack of social skills possessed by students. The aim of carrying out this research is to implement morning circles as an effort to improve students' social skills, so that it is hoped that students will have a sense of empathy and be able to adapt to their environment wherever they are. where he is, the most important thing
is to have social skills that really support the process of acquiring knowledge that will occur in the future
Kegiatan belajar mengajar di sekolah sedang menghadapi tantangan baru. Maraknya kasus perundungan yang terjadi akhir-akhir ini, merupakan sebuah contoh dari kurangnya keterampilan sosial yang dimiliki oleh peserta didiktujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menerapkan morning circle sebagai upaya meningkatkan keterampilan sosial siswa, sehingga harapannya siswa memiliki rasa empati dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dimanapun dia berada, yang terpenting adalah memiliki keterampilan sosial sangat mendukung dalam proses pemerolehan pengetahuan yang akan terjadi di masa yang akan datang
Downloads
References
Allen-Hughes, L. (2013). The social benefits of the morning meeting: Creating a space for social and character education in the classroom.
Bakhtiar, M. I. (2015). Pengembangan video ice breaking sebagai media bimbingan konseling dalam meningkatkan keterampilan sosial. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan Konseling, 1(2).
Bruce, S., Fasy, C., Gulick, J., Jones, J., & Pike, E. (2006). Making Morning Circle Meaningful. TEACHING Exceptional Children Plus, 2(4).
Canney, C., & Byrne, A. (2006). Evaluating Circle Time as a support to social skills development – reflections on a journey in school-based research. 33(1).
Grant, K., & Davis, B. H. (2012). Gathering around. Kappa Delta Pi Record, 48(3), 129–133.
Housego, E., & Burns, C. (1994). Are You Sitting too Comfortably? A Critical Look at ‘Circle Time’ in Primary Classrooms. English in Education, 28(2), 23–30. https://doi.org/10.1111/j.1754-8845.1994.tb01117.x
Kase, A. D., Sukiatni, D. S., & Kusumandari, R. (2023). Resiliensi remaja korban kekerasan seksual di Kabupaten Timor Tengah Selatan: Analisis Model Miles dan Huberman. INNER: Journal of Psychological Research, 3(2), 301–311.
Lang, P. (1998). Getting round to clarity: What do we mean by circle time? Pastoral Care in Education, 16(3), 3–10. https://doi.org/10.1111/1468-0122.00096
Puspitowati, P. (2019). Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning) dengan Menggunakan Media Gambar dalam Pembelajaran Menulis Karangan Deskripsi pada Siswa Kelas IV MI Riyadlatul Uqul. Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 3(2), 120–132.
Ryan, S. (2022). Morning meeting and closing circles: a sense of community, positive learning environment, and increased social interactions in an elementary classroom.
Sianipar, M. E. V., Gaol, R. L., Mahulae, S., & Tanjung, D. S. (2022). Pengaruh Bullying Terhadap Keterampilan Sosial Anak Di Lingkungan Sekolah Di Sd Negeri 066050 Di Kecamatan Medan Denai. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11(2), 458–466.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.