PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS LOCAL WISDOM DAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD

Authors

  • Herlin Berliana Universitas Ngegeri Semarang
  • Nuni Widiarti Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.41539

Keywords:

interactive e-module; local wisdom; problem based learning

Abstract

This study aimed to develop and examine the effectiveness of an interactive e-module integrated with local wisdom and Problem Based Learning (PBL) to enhance elementary school students’ critical thinking skills in learning IPAS, particularly on the topic of changes in the states of matter. The research employed a research and development (R&D) approach, encompassing needs analysis, product design, development, expert validation, revision, and field testing. The product was validated by experts in content, media, and language to ensure its feasibility before implementation. The effectiveness of the e-module was tested using a quasi-experimental design involving an experimental class and a control class. Data were collected through critical thinking pretests and posttests and analyzed using normality tests, homogeneity tests, independent and paired t-tests, and N-Gain analysis. The results indicated that the data met the assumptions for parametric testing. Findings revealed a significant improvement in students’ critical thinking skills in the experimental class compared to the control class. The experimental group achieved a higher N-Gain score, indicating that the interactive e-module integrated with local wisdom and PBL was more effective than conventional learning. These results suggest that integrating local cultural contexts with problem-based learning and interactive multimedia can create meaningful learning experiences and effectively foster critical thinking skills in elementary science education

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alannasir, W. (2018). Pengaruh penerapan media animasi terhadap motivasi belajar dalam pembelajaran IPA siswa kelas IV SD Inpres Sudiang. Dikdas Matappa: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar, 1(1), 23–30. https://doi.org/10.31100/dikdas.v1i1.133

Azhariadi, A., Rahmawati, R., & Yuliana, Y. (2019). Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sebagai tuntutan era revolusi industri 4.0. Jurnal Pendidikan, 20(2), 85–94.

Azizah, R., Suryani, N., & Nugraheni, E. A. (2018). Profil kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA sekolah dasar. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 7(2), 123–131.

Ejin, S. (2016). Pengaruh model problem based learning terhadap pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(1), 1–10.

Fahrozy, F. P. N., Irianto, D. M., & Kurniawan, D. T. (2022). Etnosains sebagai upaya belajar secara kontekstual dan lingkungan pada peserta didik di sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 4337–4345. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2843

Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2011). How to design and evaluate research in education (8th ed.). McGraw-Hill.

Hutomo, B., Suyanto, S., & Wibowo, Y. (2016). Pembelajaran IPA di sekolah dasar sebagai wahana pengembangan keterampilan berpikir siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(2), 89–98.

Irawan, B., & Muhartati, E. (2019). Identifikasi nilai etnosains pada kearifan lokal masyarakat pesisir. Pedagogi Hayati, 3(1), 53–58. https://doi.org/10.31629/ph.v3i1.1595

Karamina, S., Mardiyana, M., & Saputro, D. R. S. (2020). Peran guru sebagai agen perubahan dalam pembelajaran abad 21. Jurnal Pendidikan, 21(1), 45–53.

Khoiri, A., & Sunarno, W. (2018). Pendekatan etnosains dalam tinjauan filsafat. Spektra: Jurnal Kajian Pendidikan Sains, 4(2), 145–153. https://doi.org/10.32699/spektra.v4i2.55

Kumala, F. N. (2016). Pembelajaran IPA SD. Ediide Infografika.

Kusumastuti, A., Khoiron, A. M., & Achmadi, T. A. (2020). Metode penelitian kuantitatif. Deepublish.

Maret, S. (2021). Pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1), 45–54.

Nurdyansyah, & Fahyuni, E. F. (2016). Inovasi model pembelajaran. Nizamia Learning Center.

Pertiwi, U. D., & Rusyda Firdausi, U. Y. (2019). Upaya meningkatkan literasi sains melalui pembelajaran berbantuan etnosains. Indonesian Journal of Natural Science Education, 2(1), 120–124. https://doi.org/10.31002/nse.v2i1.476

Puspasari, A., Susilowati, I., Kurniawati, L., Utami, R. R., Gunawan, I., & Sayekti, I. C. (2019). Implementasi etnosains dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Science Education Journal, 3(1), 25–31. https://doi.org/10.21070/sej.v3i1.2426

Ristanto, R. H., Zubaidah, S., Amin, M., & Rohman, F. (2022). Critical thinking skills in science learning: A systematic perspective. Journal of Science Education, 10(2), 101–110.

Surtriyanti, S., Suyanto, S., & Lestari, D. (2017). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 55–63.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sutirna. (2018). Inovasi dan teknologi pembelajaran. Refika Aditama.

Syafriana, D. (2017). Penerapan model problem based learning dalam pendekatan saintifik untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 1(1), 30–43. https://doi.org/10.24036/jippsd.v1i1.7932

Teguh, M. (2013). Gerakan literasi sekolah dasar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Triyanto, T. (2023). Strategi guru dalam mengembangkan pembelajaran efektif dan efisien. Jurnal Pendidikan Dasar, 14(1), 1–10.

Wijayanti, R., Siswanto, J., & Nugroho, S. E. (2015). Profil kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 4(2), 89–97.

Downloads

Published

2026-01-28