INTEGRASI ETNOSAINS TRI TANGTU KAMPUNG NAGA DALAM PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF MATERI EKOSISTEM SEKOLAH DASAR

Authors

  • Dehani Airin Sunardi Universitas Pendidikan Indonesia
  • Ghullam Hamdu Universitas Pendidikan Indonesia
  • Muhammad Rijal Wahid Muharram Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.41058

Keywords:

Etnosains, Canva E-Modules, Ekosistem

Abstract

This study addresses the limited availability of contextual and culturally relevant learning resources in elementary science education, particularly for teaching ecosystem concepts that are often perceived as abstract by students. The lack of integration between scientific concepts, local wisdom, and interactive digital media has contributed to passive learning practices and low conceptual understanding. This research aims to develop an interactive e-module based on ethnoscience by integrating the local wisdom of Tri Tangtu Kampung Naga as a learning resource for ecosystem topics in elementary schools. The study employed a Design-Based Research (DBR) methodology, which involved iterative stages of problem analysis, design and development of the e-module, implementation in real classroom settings, evaluation, and refinement. The research was conducted with fifth-grade elementary school students and involved expert validation as well as user practicality testing by teachers and students. The results indicate that the developed ethnoscience-based interactive e-module is valid, practical, and suitable for use as a learning resource. The integration of Tri Tangtu Kampung Naga successfully contextualized ecosystem concepts, enhanced student engagement, and supported meaningful learning experiences. These findings suggest that interactive e-modules integrating local wisdom can serve as effective instructional media to improve conceptual understanding while fostering environmental awareness and cultural appreciation among elementary school students.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andayani, S., Sumarni, W., & Wijayanti, N. (2021). Integrasi etnosains dalam pembelajaran IPA sebagai upaya penguatan karakter dan pemahaman konsep siswa. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 10(2), 203–212.

Bella, R., Hidayat, T., & Rahmawati, Y. (2025). Pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 9(1), 45–56.

Damayanti, D., Sudarmin, & Sumarni, W. (2017). Pengembangan pembelajaran IPA berbasis etnosains untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Journal of Innovative Science Education, 6(1), 1–9.

Fahrozy, E., Suryana, D., & Mulyana, E. (2022). Pembelajaran IPA berbasis etnosains untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman konsep siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(2), 134–145.

Fauziyah, N., & Wijayanti, A. (2024). Pengembangan e-modul interaktif berbasis digital untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan, 26(1), 55–65.

Gumilar, A., Prasetyo, Z. K., & Wilujeng, I. (2024). Pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran IPA berbasis budaya lokal. Jurnal Pendidikan Sains, 12(1), 78–89.

Hoadley, C., & Campos, F. (2022). Design-based research: Theory and practice. Educational Researcher, 51(5), 318–330.

Indah, N., & Sujana, A. (2023). Efektivitas e-modul interaktif terhadap hasil belajar IPA siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 8(3), 211–220.

Lastri, A. (2023). Pengembangan e-modul sebagai bahan ajar digital di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(2), 95–104.

Ogawa, M. (1995). Science education in a multiscience perspective. Science Education, 79(5), 583–593.

Rahmawati, Y., & Atmojo, S. E. (2021). Etnosains sebagai pendekatan pembelajaran sains kontekstual. Jurnal Pendidikan IPA, 11(2), 156–165.

Rambitan, V. M. M., dkk. (2025). Karakteristik pembelajaran IPA dan tantangannya di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 6(1), 23–32.

Rustiyanti, S., Nugraha, A., & Setiawan, I. (2021). Kearifan lokal Kampung Naga dalam pelestarian lingkungan. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(1), 67–79.

Setiawan, I., Nugraha, A., & Rustiyanti, S. (2016). Tri Tangtu: Falsafah hidup masyarakat Sunda dalam pengelolaan lingkungan. Jurnal Budaya Nusantara, 5(2), 88–99.

Subroto, S., Pramudya, Y., & Hidayat, R. (2023). Bahan ajar digital interaktif sebagai solusi pembelajaran abad 21. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 15(2), 120–131.

Sumarni, W. (2018). Etnosains dalam pembelajaran kimia dan IPA. Semarang: Unnes Press.

Trisnawati, D., Rahman, A., & Sari, P. (2024). Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran IPA sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 9(1), 14–24.

Wangsit, R., dkk. (2024). Implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 4(2), 101–112.

Wijaya, A., dkk. (2025). Pembelajaran sains berbasis fenomena dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 13(1), 1–10.

Downloads

Published

2026-01-29