ANALISIS PERAN MEDIA SOSIAL TIKTOK DALAM UPAYA PELESTARIAN BUDAYA BATAK OLEH REMAJA GEN Z

Authors

  • Jumaria Sirait Universitas HKBP Nommensen, Pematangsiantar, Indonesia
  • Thesalonica Universitas HKBP Nommensen, Pematangsiantar, Indonesia
  • Eva Herdina Hutahaean Universitas HKBP Nommensen, Pematangsiantar, Indonesia
  • Destri Wuliana Sinaga Universitas HKBP Nommensen, Pematangsiantar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.40428

Keywords:

Budaya Batak, Globalisasi, Pelestarian Budaya, Remaja Gen Z, TikTok.

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam peran media sosial TikTok dalam upaya pelestarian budaya Batak oleh remaja Generasi Z (Gen Z) di tengah arus globalisasi. Fenomena Gen Z sebagai digital native dan karakteristik TikTok yang visual serta viral memberikan konteks baru bagi pelestarian warisan budaya lokal. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan teknik wawancara mendalam kepada remaja Batak Gen Z yang aktif memproduksi dan berinteraksi dengan konten budaya di TikTok, didukung oleh analisis konten terhadap unggahan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok berperan secara signifikan melalui tiga aspek utama: instrumental (sebagai medium ekspresi kreatif adat dan seni Batak), edukatif (sebagai sarana transmisi pengetahuan filosofi dan bahasa Batak), dan promotif (memperluas jangkauan budaya Batak secara global melalui viralitas). Gen Z memanfaatkan fitur TikTok untuk memodifikasi tarian (Tor-Tor) dan bahasa (Hata Batak) agar tetap relevan dan menarik. Meskipun efektif dalam mempertahankan identitas di ruang digital, terdapat tantangan berupa risiko simplifikasi dan perdebatan otentisitas kultural demi popularitas. Secara keseluruhan, TikTok menjadi katalisator bagi pergeseran model pelestarian budaya Batak dari ranah tradisional ke ranah digital yang dinamis, menempatkan Gen Z sebagai agen kunci dalam menjaga keberlanjutan warisan leluhur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Konsep Media Sosial

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59-68.

https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003.

Konsep Pelestarian Budaya

Koentjaraningrat. (2009). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

https://bansigom.org/Jurnal/index.php/Bansigom_JKA/article/download/98/69.

Peran Media Sosial dalam Budaya Lokal (Referensi Pendukung)

Pradana, B. C. S., Rohimah, A., & Pradana, B. (2021). Implementasi Model Public Relations Dalam Mensosialisasikan Budaya Lokal Kepada Generasi Millenial Di Sumenep. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2),213-227 https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=LqymTowA AAAJ&citation_for_view=LqymTowAAAAJ:u-x6o8yKGFwC.

Siregar, Y. D. (2022). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Tema 7 Indahnya Keragaman Di Negeriku Di Kelas V SD. EduGlobal: Jurnal Penelitian Pendidikan, 1(4), 408-424.

https://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/EduGlobal/article/view/1755.

Analisis Peran TikTok dan Generasi Z (Referensi Khusus)

Setneg RI. (2025). Peran Generasi Z dalam Pemertahanan Budaya Lokal di Tengah Masuknya Budaya Asing. (Artikel/Edukasi). Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. https://www.setneg.go.id/baca/index/peran_generasi_z_dalam_pemertahanan_budaya

_lokal_di_tengah_masuknya_budaya_asing.

Downloads

Published

2026-01-10