Pendekatan Pembelajaran Differentiated Instriction Di SD Inpres Liliba

Authors

  • Berthi Christiani Bernadus Universitas Nusa Cendana
  • Margret Devidce Mbolik Universitas Nusa Cendana
  • Maria Adelheid Wara Lay Universitas Nusa Cendana
  • Maria Rosmita Takoi Universitas Nusa Cendana
  • Merlin Benu Universitas Nusa Cendana
  • Nathalia Djogo Sena Universitas Nusa Cendana
  • Sania Melani Lodika Natonis Universitas Nusa Cendana
  • Vera Rosalina Bulu Universitas Nusa Cendana
  • Marfelano Bessie Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.40249

Keywords:

Differentiated Instruction, teacher and student readiness, learning obstacles, impact of learning, elementary school.

Abstract

Differentiated Instruction is a pedagogical approach that focuses on adjusting teaching and learning processes based on students’ readiness levels, interests, and learning styles. This study aims to examine teacher and student readiness, identify various constraints emerging during its implementation, and analyze the impact of Differentiated Instruction within the elementary school environment. The research methodology employed a quantitative approach with a causal design through survey techniques. The research subjects consisted of 4 teachers and 49 students from grades V and VI at UPTD SD Inpres Liliba, Kupang City. Data were collected using a four-point Likert scale questionnaire instrument and subsequently analyzed through descriptive statistics using SPSS software.The results of the study indicate that the readiness levels of both teachers and students fall within the moderate to very good categories, although some respondents still demonstrate sub-optimal readiness, particularly regarding the development of flexible lesson plans. Obstacles in the implementation of differentiated learning were found to be at a moderate level. The primary challenges identified include the wide disparity in students’ cognitive abilities, time constraints in preparing diverse teaching materials, and the complexity of classroom management when facilitating different groups simultaneously. Nevertheless, the implementation of Differentiated Instruction yields a highly positive impact on learning quality. This impact is evidenced by significant increases in learning motivation, sharper conceptual understanding, active participation, and enhanced student self-confidence in completing independent tasks. These findings confirm that differentiated instruction is effective in supporting inclusive education oriented toward individual student needs. Furthermore, this practice aligns with the spirit of the Kurikulum Merdeka implementation, which emphasizes educators’ flexibility in creating relevant and contextual learning experiences in elementary schools.

​Keywords: Differentiated Instruction, teacher and student readiness, learning obstacles, impact of learning, elementary school.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apsarini, S. F. (2020). Kesiapan belajar siswa kelas IV B di Sekolah Dasar Negeri Kutajaya II Kecamatan Pasarkemis. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 164–169.

Association for Supervision and Curriculum Development. (2011). Prinsip pengembangan pembelajaran berdiferensiasi (hlm. 36).

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2023). Pembelajaran. Dalam Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sumatera Utara. (2024, 4 Juli). Pembelajaran berdiferensiasi, manfaat, tantangan, dan strategi menghadapinya.

Brighton, C., Hertberg, H. L., Moon, T. R., Tomlinson, C. A., & Callahan, C. M. (2005). The feasibility of implementing differentiated instruction in middle school general education classes (Research Monograph No. 05214). National Research Center on the Gifted and Talented.

Dhera, A. B., Tallo, D. E., & Dheru, Y. (2024). Analisis kebutuhan peserta didik terhadap pembelajaran berdiferensiasi di SDK Mataia. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 4(1), 12–25.

Effendi, M. I. (2017). Kesiapan belajar peserta didik: Tinjauan dari faktor-faktor internal dan eksternal. Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 173–188.

Hall, T. (2020). Strategi pembelajaran fleksibel untuk kelas yang beragam (hlm. 55–70). Education Press.

Hidayat, F. (2022). Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 5(3), 201–215.

Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka: Pedoman pembelajaran dan asesmen. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kemendikbudristek. (2023). Laporan evaluasi implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Nurhadi, N., Suherman, S., & Sari, D. (2025). Dukungan orang tua dan masyarakat terhadap implementasi kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan Inklusi, 9(1), 50–65.

Nurhidayati, A. (2022). 4 kompetensi guru dalam penerapan kurikulum merdeka. Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 7(4), 301–315.

OECD. (2021). 21st century students and inclusive learning frameworks. Organisation for Economic Co-operation and Development.

Pozas, F., & Schneider, M. (2019). Challenges in differentiated instruction: Insights from elementary school teachers. Teaching and Teacher Education, 84, 145–156.

Pratiwi, N., Sari, D., & Amelia, R. (2021). Fleksibilitas kurikulum merdeka dalam merancang proses belajar. Jurnal Pembaharuan Pendidikan, 4(2), 110–125.

Purnawanto, A. T. (2023). Pembelajaran berdiferensiasi: Fleksibilitas, asesmen, dan strategi implementasi. Deepublish.

Purnawanto, A. T. (2023). Pembelajaran berdiferensiasi. Jurnal Ilmiah Pedagogy, 2(1), 34–51.

Putri, R. N., Mahfudzah, K. I., & Khaerunnisa. (2024). Pembelajaran berdiferensiasi dengan memanfaatan media Magic School berbasis Artificial Intelligence pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal SEMNAS FIP UMJ, 1, 1747–1752.

Rachmawati, D. (2024). Peran pelatihan dan pendampingan guru dalam kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 25–40.

Rahmawati, S. (2023). Tantangan penilaian autentik berbasis proyek profil pelajar pancasila. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 7(2), 150–165.

Ramadhan, F. (2025). Pemanfaatan sarana pembelajaran untuk mendukung diferensiasi instruksi. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 5–20.

Rodi, R., Sesmiarni, S., & Ismail, F. (2022). Mengembangkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi melalui komunitas praktisi pembelajaran. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 465.

Roy, A., Guay, F., & Valois, P. (2013). The moderating effect of differentiated instruction on academic achievement and engagement. Educational Psychology, 33(1), 81–102.

Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (Ed. Revisi). Rineka Cipta.

Sitompul, R. N., & Sihombing, L. P. (2023). Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa autis. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 454–463.

Smit, M., & Humpert, S. (2012). Implementing differentiated instruction in primary schools: The role of teachers’ pedagogical content knowledge. Learning Environments Research, 15(2), 195–211.

Subban, P. (2006). Differentiated instruction: A research basis. International Education Journal, 7(7), 935–947.

Subhan, S. (2022). Perubahan paradigma pendidikan di era kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan Konvergensi, 1(2), 80–95.

Suhelma, M. D., Susi, M. I., & Eka, M. (2021). Hubungan antara kesiapan belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(1), 1–12.

Sucipto, S., Wulandari, R., & Hartono, H. (2023). Analisis fasilitas sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar FIP UNY, 14(1), 1–15.

Downloads

Published

2026-01-11