MAKNA KENYAMANAN SOSIAL PADA LIRIK LAGU PAYUNG TEDUH DALAM ALBUM DUNIA BATAS EDISI 2012 KARYA MOHAMMAD ISTIQAMAH DJAMAD: KAJIAN SEMIOTIKA PRAGMATIK

Authors

  • Yusril Achmad Subandrio Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Syekh Adiwijaya Latief Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Akram Budiman Yusuf Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.40139

Keywords:

Kenyamanan Sosial; Semiotika Pragmatik; Payung Teduh; Lirik Lagu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna kenyamanan sosial dalam lirik lagu yang terdapat pada album Dunia Batas karya Mohammad Istiqamah Djamad (Is) dari grup musik Payung Teduh, dengan menggunakan pendekatan semiotika pragmatik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis Roland Barthes dan pendekatan ekspresif dari Hutabarat et al., yang menitikberatkan pada makna denotatif, konotatif, serta ekspresi emosional dalam lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kenyamanan sosial dalam lirik lagu-lagu tersebut muncul melalui representasi kedekatan emosional, penerimaan, dan kerinduan dalam hubungan interpersonal. Kehadiran kata-kata seperti “pelukan”, “berdua”, dan “rindu” secara simbolik memperkuat nuansa kenyamanan yang tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga emosional dan spiritual.Lagu-lagu Payung Teduh mencerminkan bagaimana individu menemukan ketenangan dalam keterbatasan dan hubungan yang intim, meskipun dalam suasana yang sunyi atau penuh keraguan. Penelitian ini memperkaya kajian semiopragmatik dan menunjukkan bahwa musik adalah media efektif untuk menyampaikan pengalaman emosional dan makna sosial yang kompleks.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barthes, R. (1972). Mythologies. Paris:

Seuil.

Cahya, D. F., & Sukendro, R. (2022). Analisis penggunaan bahasa dalam lirik lagu. Jurnal Bahasa dan Seni, 11(2), 155–164.

Christomy, T., & Yuwono, U. (2004). Semiotika: Teori, Metode, dan Penerapannya dalam Studi Budaya. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Endraswara, S. (2016). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS.

Fauzi, A. (2016). Konsep makna dalam lirik lagu: Analisis semantik. Jurnal Pendidikan Bahasa, 5(1), 44–53.

Goffman, E. (1959). The Presentation of Self in Everyday Life. New York: Doubleday.

Halim, T. (2008). Lingkungan sosial dan dampaknya pada kesejahteraan mental. Jurnal Psikologi Sosial, 4(1), 33–42.

Hariyono. (2007). Sosiologi Arsitektur. Yogyakarta: Ombak.

Hutabarat, F., dkk. (2022). Pendekatan ekspresif dalam analisis sastra. Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(1), 11–22. https://doi.org/10.24036/jbs.v9i1.12345

Istiqomah, S., Arifin, Z., & Ihsanudin. (2022). Simbolisme dan konotasi dalam puisi modern Indonesia. Bahasa & Seni, 50(1), 62–70.

Keraf, G. (2009). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.

Korcaba, L., et al. (2003). Social comfort and interpersonal interaction. Journal of Social Behavior, 12(3), 201–219.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Littlejohn, S. (1996). Theories of Human Communication. Belmont: Wadsworth.

Melawati, R. (2023). Analisis gaya bahasa dalam lirik lagu Indonesia. Jurnal Ilmiah Humaniora, 7(2), 123–130.

Moleong, L. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurindahsari, W. (2019). Lirik lagu sebagai ekspresi pengalaman pribadi. Jurnal Humanika, 18(1), 45–53.

Prabowo, A. (1998). Pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku masyarakat. Jurnal Sosiologi Perkotaan, 3(2), 55–67.

Rusmana, T. (2014). Semiotika Roland Barthes. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Subroto, D. E. (1999). Pengantar Semantik dan Pragmatik. Surakarta: UNS Press.

Tinarbuko, S. (2008). Semiotika Komunikasi Visual. Yogyakarta: Jalasutra.

Wijana, I. D. P. (1996). Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi.

Wiyatmi. (2018). Pengantar Teori Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.

Downloads

Published

2026-01-09