EKSISTENSI MUSEUM RUMAH GADANG MANDE RUBIAH SEBAGAI IDENTITAS LOKAL MASYARAKAT DI KECAMATAN LUNANG KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATRA BARAT (1980-2023)

Authors

  • Rofi Alfarabi Universitas Riau
  • Isjoni Universitas Riau
  • Refly Surya Barkara Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.38702

Keywords:

existence, museum, rumah gadang, mande rubiah

Abstract

This research examines the existence of the Museum Rumah Gadang Mande Rubiah as a marker of local identity for the community in Lunang Subdistrict, Pesisir Selatan Regency, West Sumatra, from 1980 to 2023. The study has three main objectives: (1) to understand the existence of Mande Rubiah of the seventh generation and the Museum Rumah Gadang Mande Rubiah during the period 1980–2023; (2) to analyze the role of the museum’s development in shaping the cultural identity of the local community; and (3) to identify the supporting and inhibiting factors influencing the museum’s sustainability. This research employs a historical method consisting of four stages: Heuristics, Source Criticism, Interpretation, and Historiography. The findings reveal that the Museum Rumah Gadang Mande Rubiah represents the enduring strength of Minangkabau culture within Nagari Lunang. Originally guarded as a sacred and relatively concealed heritage site, the building has evolved into an educational and tourism center since its inauguration in 1980. Its unique and spiritually significant collections, including the Garuda bird egg and several ancestral graves, reinforce its status as an important cultural and religious site. The figure of Mande Rubiah VII continues to hold influence as a spiritual leader and customary decision-maker, despite lacking formal governmental authority. While the museum faces constraints such as limited funding and inadequate facilities, its development has been supported by strong community involvement and assistance from local government. As a cultural hub that drives customary, religious, and economic life, the museum demonstrates that ancestral heritage can coexist with modern development. In recognition of its significance, the museum has been registered as a Cultural Heritage Site under the Minister of Culture and Tourism Regulation Number PM.86/PW.007/MKP/2011.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfari, S. (2020). Rumah Gadang Rumah Tradisional Minangkabau. Arsitag.

Ali, A. (2010). Musuem di Indonesia: Kendala dan Harapan. Jakarta: Papas Sinar Sinanti.

Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Situs dan Benda Cagar Budaya Kabupaten Pesisir Selatan

Herlina. N. (2020). Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Irwanto, D., & Alian, S. (2014). Metodologi dan Historiografi Sejarah. Lemlit Unsri. Hlm. 1-181.

Ismaun. (2005). Sejarah Sebagai Ilmu. Bandung: Historia Utama Press.

Marthala, A. E. (2013). Rumah gadang kajian filosofi arsitek minangkabau minangkabau. Bandung: humaniora.

Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Navis,A,A. (1984). Alam Terkambang Jadi Guru. PT graffiti Pers. No 45-55

Parlindungan, T. (2017). Fungsi Dan Filosofi Rumah Gadang Sebagai Sarana Komunikasi Antar Warga.

Pusat Data dan Teknologi Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Profil Nagari Lunang tahun 2024

Sinaga, R., & dkk. (2000). Adat Budaya Batak dan Kekristenan. Jakarta: Dian Utama.

Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Omba. (2012). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Sugioyono. (2007). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung; Alfabet. (2018). Metodologi Peneitian (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D) Bandung.

Sumargono. (2021). Metodologi Penelitian Sejarah. Lakeisha.

Susanti, S. (2020). Rumah Gadang Mande Rubiah sebagai Potensi Pariwisata di Lunang Pesisir Selatan (19802018) (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).

Sutarga. A. M. (1983) Pedoman Penyelenggaraan dan Pengelolaan Museum. Jakarta: Direktorat Permuseuman Direktorat Jendral Kebudayaan. (1999). Museuologi dan Museografi. Jakarta: Proyek Pembinaan Permuseuman, Direktorat Jendral Kebudayaan, Direktorat Pendidikan Nasional. Hlm 32-34.

Syarif, M., & Chandra, D. (2018). Deskripsi cagar budaya tidak bergerak kabupaten pesisir selatan. Sumatera barat: balai pelestarian cagar budaya sumatera barat.

Tambo dalam Bundo Kandung silsilah Puti Panjang Rambut II Raja Alam 6 (1460-1480).

Yamin, M. (1984). Museografia, Museum Sebagai Sarana Pendidikan Non Formal.

Artikel in Press :

Alain. (2020). Metodologi Sejarah Dan Implementasi Dalam Penelitian. Jurnal Crikserta. Vol 2 (2), No. 6-11.

Alfansyur, A. (2020). Penerapan Triangulasi Teknik, Sumber dan Waktu pada Penelitian Pendidikan Sosial. Jurnal Historis. Vol. 6. No 2..

Asnan, G., Yunus, Y., Shamad, I. A., Musri, M., & Pinem, M. (2013). Kerajaan Inderapura. Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Hidayat, H. N. (2018). Pengembangan Motif Ukiran Rumah Gadang Untuk Motif Kain. Jurnal Lingua Idea. Vol. 9 (1), No. 11-22.

Illahi, R. K.., & dkk. (2020). Sejarah dan Perkembangan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Majalah Ilmiah Tabuah: Talimat, Budaya, Agama dan Humaniora. Vol 24 (1), No. 67-74.

Januardi, A., & dkk. (2024). Integrasi Nilai-Nilai Tradisi Masyarakat Sambas dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), Vol 4 (2), 794-805.

Karsa, A. Y., & Barkara, R., S. (2025). Sejarah Tenun Songket Riau. Journal of Citizen Research and Development, 2 (1), No. 631-636.

Kohar, W. (2017). Kompetensi komunikasi ulama lintas budaya. Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian, Vol 4 (1). No. 1.

Lyana, V., & Ardoni, A. (2018). Pembuatan Paket Informasi Budaya Alam Minangkabau. Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan. Vol 7 (1), No. 155-159.

Neisa, S. (2019). Eksistensi Rumah Adat Krong Bade Di Kecamatan Mila Kabupaten Pidie Tahun 1972-2017. Vol I, No. 1.

Manihuruk, H. & Setiawati, M. E. (2024). Melestarikan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sebagai Wujud Bela Negara. Ikra-Ith Humaniora: Jurnal Sosial Dan Humaniora. Vol 8 (1), No. 248-266.

Marzali, A. (2012). Kategori Adat Dalam Budaya Melayu Nusantara. Jurnal Pengajian Melayu (Jomas). Vol 23 (1), No. 1-25.

Ramadika, D. C. (2018). Rumah Gadang dan Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Kebudayaan Minangkabau di Tanah Datar. JOMFKIP: Jurnal Online Mahasiswa FKIP. No. 1-12

Rambalangi, R., & dkk. (2018). Eksistensi Lembaga Adat Dalam Pembangunan Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa (Suatu Studi Di Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat). Jurnal Eksekutif. Vol 1 (1).

Saragih, H. A., & dkk. (2020). Rumah Adat Bolon Sebagai Warisan Budaya Di Desa Pematang Purba Kabupaten Simalungun. Warisan: Journal Of History And Cultural Heritage. Vol 1 (3), No. 88-93.

Via, S. O., & dkk. (2021). Eksistensi Museum Sultan Syarif Qasim sebagai Objek Wisata Sejarah Budaya Melayu di Kabupaten Bengkalis. Innovative: Journal Of Social Science Research. Vol 1 (2), 403-408.

Wahid, L. A. (2022). Filsafat Eksistensialisme Martin Heidegger dan Pendidikan Perspektif Eksistensialis3me. Jurnal Pandawa. Vol 4 (1), No. 1-13.

Wardah. S. (2014). Metode Penelitian Sejarah. Vol. 12. No. 2. Hlm. 44

Zam, R., & dkk (2022). Konservasi Rumah Gadang Minangkabau dalam Ekspresi Kriya Seni. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan. Vol 4 (6), No. 7694-7608..

Wawancara

Wawancara Etri Candra S. Km., M. Kes., pada 18 Juli 2025

Wawancara Mar Alamsyah Sutan Daulat, pada 21 Juli 2025

Wawancara Hendri, pada 21 Juli 2025

Wawancara Jazrialdi, S.Pd pada 18 Juli 2025

Wawancara Rakinah, pada 18 Juli 2025

Wawancara Roma Silviyanto, S.Kom., pada 18 Juli 2025

Wawancara Sariani, pada 18 Juli 2025

Wawancara Suhardi, pada tanggal 18 Juli 2025

Wawancara Sunardi, S.PD., M.TPd., pada tanggal 18 Juli 2025

Wawancara Zulrahmansyah, pada 18 Juli 2025

Downloads

Published

2026-02-19