TINGKAT KESIAPAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM MERENCANAKAN PEMBELAJARAN DRAMA DI KELAS XI SMA NEGERI DI PURBALINGGA

Authors

  • Sri Hari Rianti Universitas Jenderal Soedirman
  • Memet Sudaryanto Universitas Jenderal Soedirman
  • Nur Indah Sholikhati Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.38459

Keywords:

Kesiapan guru, pembelajaran drama,dokumen perencanaan

Abstract

Drama memiliki peran strategis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena membantu pengembangan keterampilan berbahasa, kreativitas, serta pembentukan karakter siswa. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran drama di tingkat SMA belum optimal, terutama terkait kesiapan guru dalam merancang pembelajaran. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, guru diharuskan adaptif dalam menyusun perangkat ajar, memilih media, dan mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kesiapan guru Bahasa Indonesia dalam merencanakan pembelajaran drama di kelas XI SMA Negeri Kabupaten Purbalingga tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif karena mampu memberikan gambaran objektif mengenai kondisi aktual melalui pengolahan data angka. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup skala Likert yang disusun berdasarkan lima indikator utama: tujuan pembelajaran, materi, sumber belajar, kegiatan, dan penilaian. Instrumen divalidasi melalui expert judgment menggunakan indeks Aiken. Selain angket, dokumentasi perangkat ajar dianalisis untuk melihat kesesuaian antara persepsi guru dan bukti administratif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru menilai diri mereka cukup siap dalam menetapkan tujuan, memilih materi, merancang kegiatan, menentukan media, dan menyusun penilaian, terlihat dari dominannya respons positif. Namun, analisis dokumentasi mengungkapkan bahwa kelengkapan modul ajar, media, LKPD, dan instrumen penilaian belum sepenuhnya memenuhi standar. Beberapa komponen penting, seperti perumusan capaian pembelajaran, indikator, dan rubrik penilaian, masih perlu diperjelas.Dapat disimpulkan bahwa kesiapan guru berada pada kategori cukup siap, tetapi masih memerlukan peningkatan terutama dalam aspek teknis penyusunan perangkat ajar dan pemahaman kurikulum. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan profesional guru untuk mendukung efektivitas pembelajaran drama di SMA.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Fajri, T. A. (2018). "Pentingnya Penggunaan Pendekatan Multimodal dalam Pembelajaran". WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai Dan Karakter, Pembangunan 2(1), 57–72. https://doi.org/10.21776/ub.waski ta.2018.002.01.5

Wajdi, F. (2017). Pengembangan model pembelajaran proyek berbasis penilaian autentik dalam pembelajaran drama Indonesia. Universitas Pendidikan Indonesia.

Wahid, I. F., & Solihat, I. (2020). Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengapresiasi Drama pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Untirta Melalui Video Pementasan Drama. Jurnal Membaca, 5(1), 15–24

Purba, E., Banjarnahor, E. T., Tampubolon, F. A., Sebayang, R. R., Damanik, S. P., Ambarita, Y., & Harahap, S. (2024). Identifikasi Metode Project Based Learning dalam Pembelajaran Drama pada Sekolah Menengah Atas Pendahuluan. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 4(4), 1004–1013.

Jamjemah, J., Djudin, T., Erlina, E., & Hartoyo, A. (2022). Analisis Kesiapan Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran Kurikulum Merdeka di Sdn. 47 Penanjung Sekadau. Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 8(2), 119–127.

Jumrawarsi, J., & Suhaili, N. (2021). Peran Seorang Guru dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Yang Kondusif. Ensiklopedia Education Review, 2(3), 50–54. https://doi.org/10.33559/eer.v2i3.628

Munawarah, Nurhasanah, M. I. Z. (2024). Teacher Capability in Developing Independent Curriculum Learning Tools. 2(2), 50–59

Noor, A. Y. (2018). Berbasis Multiple Representasi pada Materi hukum Dasar Kimia Kelas X IPA SMA Negeri 1 Sungai Ray. Skripsi, Universitas Muhammadiyah.

Nugroho, T. W. (2023). Implementasi pembelajaran drama sebagai upaya penguatan pendidikan karakter. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran, 2, 60-68.

Dhaniswara. (2017). Kultur Sekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Purbalingga (Sksipsi). Universitas Negeri Yogyakarta, 1–23.

Luh, N., Wisiani, P., Sutama, I. M., & Indriani, M. S. (2020). Pembelajaran drama dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4743, 37–45. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPBS

Gunawan, Dwistia, Halen., Kurniawan, Kusnarto., Hartati, Sri., and Sofyan, Afriyadi., 2017. “Classroom Engagement and Mathematics Achievement of Senior and Junior High School Students.”Atlantis Press158 (Ictte): 929–35.

Lafu, O., Margiati, K. Y., & Halidjah, S. (2015). Peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan media pohon bilangan di sekolah dasar (Doctoral dissertation, Tanjungpura University).

Munawarah, Nurhasanah, M. I. Z. (2024). Teacher Capability in Developing Independent Curriculum Learning Tools. 2(2), 50–59.

Musyadad, V. F., Hanafiah, H., Tanjung, R., & Arifudin, O. (2022). Supervisi Akademik untuk Meningkatkan Motivasi Kerja Guru dalam Membuat Perangkat Pembelajaran. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(6), 1936–1941. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i6.653

Haamzah Pagarra, Ahmad Syawaluddin, Wawan Krismanto, Sayidiman. (2022). Media Pembelajaran. Gunung Sari: Badan Penerbit UNM.

Noer, A. (2024). Pengaruh kekuatan karakter dan social desirability (Tesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang). Diakses dari http://etheses.uin-malang.ac.id/80606/2/210401110124.pdf.

Sanjaya, W. (2015). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Heryahya, A., & Sri, E. (2022). Analisis kesiapan guru sekolah dasar dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka. JOEAL: Jurnal Keperawatan Silampiri, 5(2), 1–10.

Downloads

Published

2025-12-31