Penerapan Model Experiential Science Learning Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Mengembangkan Pemahaman Pembelajaran Ipas Pada Siswa Kelas Iv Sd 3 Jekulo
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.38326Keywords:
experiential science learning, inkuiri terbimbing, fotosintesisAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model Experiential Science Learning (ESL) yang dipadukan dengan pendekatan inkuiri terbimbing dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas IV SD 3 Jekulo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan guru dan siswa sebagai sumber data utama, serta didukung oleh dokumentasi berupa foto kegiatan, modul ajar, dan lembar observasi siswa. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ESL berbasis inkuiri terbimbing dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, proses pembelajaran mengikuti empat fase inti ESL yaitu pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif. Keempat fase tersebut membuat siswa terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran dan membantu siswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses fotosintesis. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu mengaitkan hasil pengamatan dengan konsep-konsep ilmiah yang relevan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memahami hubungan antara cahaya matahari, air, dan klorofil dalam proses fotosintesis, meskipun beberapa siswa masih memerlukan bimbingan tambahan. Secara keseluruhan, penerapan model ESL berbasis inkuiri terbimbing terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPAS.
Downloads
References
Arbadilah, A., Juliyanto, E., & Dewantari, N. (2025). Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Powtoon untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains pada Materi Zat dan Perubahannya Effectiveness of the Powtoon-assisted Guided Inquiry Learning Model to Improve Science Literacy Skills on Mat. Jurnal Pendidikan Matematika Dan Sains, 13(2), 431–443.
Dewi, H. (2016). Pembelajaran Model Inkuiri Terbimbing Dipadu Dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA. 1.
Dewi, S., Prabaningrum, B., Sholikhah, O. H., Ratnawati, E., Madiun, K., & Timur, J. (2024). Penerapan Model Experiental Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran IPAS di Kelas V. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(11).
Dharlina, Ii., Danil, M., & Aldyza, N. (2025). Pengaruh Pembelajaran Experiential Leraning Berbasis Eksplorasi Ekosistem Buatan Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V UPTD SD 15 Bireuen. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 5(1), 15–22.
Fairuzabadi, A., Prihandono, T., & Pramudya Dwi Aristya Putra. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Video berbasis Kontekstual dalam Pembelajaran IPA pada Materi Suhu dan Pengukurannya di SMP. Jurnal Pembelajaran Fisika, 6, 103–109.
Hajjah, M., Munawaroh, F., Yuniasti, A., & Wulandari, R. (2022). Implementasi Model Experiential Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Natural Science Educational Research, 5(1), 79–88.
Hakima, A., & Hidayati, L. (2020). Peran Model Experiential Learning dalam Pendidikan Berbasis Keterampilan Tata Busana. E-Journal, 09(3), 51–59.
Hasanuddin, M. I. (2020). Pengetahuan Awal (Prior Knowledge): Konsep dan Implikasi dalam Pembelajaran. Jurnal Edukasi Dan Sains, 2(2), 217–232.
Hulwah, L., & Suriani, A. (2025). Pentingnya Pembelajaran Kontekstual dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Sains pada Siswa SD. Jurnal Arjuna: Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Matematika, 3(3).
Indah, P., Waruwu, M., & Helsa, Y. (2025). Implementasi Pembelajaran Aktif untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Arjuna: Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Matematika, 3(3).
Jamjemah, Tomo, D., Erlina, & Hartoyo, A. (2022). Analisis Kesiapan Guru Dalam Melaksanakan Pembelajaran Kurikulum Merdeka di SDN.47 Penanjung Sekadau. Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa, 8(2), 119–127.
Kunchara, A. W., Wiyanda, M. S., & Thohir, M. A. (2025). Analisis Miskonsepsi Materi Fotosintesis Menggunakan In strumenThree Tier Test pada Siswa Kelas IV SDN 1 Bulusari. 1397–1405.
Patimah, S. (2025). Pengaruh Model Pembelajaran Experiental Learning terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas IV SD PAB 19 Bandar Klippah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 3(September), 486–495.
Pujaningtyas, S., Kartakusumah, B., & Mulyana, dan A. (2019). Penerapan Model Experiential Learning pada Sekolah Alam untuk Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan. Tadbir Muwahhid, 3(1), 40–52.
Rosyida, E., Rindawati, & Muzayanah. (2025). Pengaruh Model Pembelajaran Experiential Learning terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X Mata Pelajaran Geografi Materi Batuan dan Tanah. Jurnal Pendidikan: Riset & Konseptual, 9(4), 835–843.
Salsabella, S., Palupi, W., & Sholeha, V. (2021). Penerapan Model Experiential Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Bepikir Simbolik Anak Usia Dini. Early Childhood Education and Development Journal, 5(3), 200–211.
Yuliana, I., Nurizka, R., & Dasar, G. S. (2025). Implementasi Pembiasaan Positif di Sekolah dalam Mendukung Pendidikan Karakter Siswa SD Negeri Kalipucang Bantul. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9, 25978–25984.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.