DINAMIKA MEMAAFKAN PADA REMAJA DENGAN PERCERAIAN ORANG TUA: STUDI LITERATUR

Authors

  • Pande Kadek Labina Pradnya Dewi Pradnya Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Luh Kadek Pande Ary Susilawati Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.38057

Keywords:

Perilaku Memaafkan; Perceraian Orang Tua; Remaja Korban Perceraian

Abstract

Kasus perceraian orang tua menyebabkan dampak negatif pada anak, sering terjadi
permasalahan yaitu anak sulit untuk memaafkan kedua orang tuanya. Salah satu
upaya untuk memperbaiki hubungan antara orang tua dan anak adalah dengan
memaafkan. Proses memaafkan dipengaruhi oleh adanya faktor internal dan
eksternal selama dan setelah mengalami perceraian orang tua. Literature review ini
bertujuan untuk mengetahui dinamika serta faktor-faktor apa saja yang dapat
memengaruhi atau berkontribusi dalam proses pemaafan remaja dengan
perceraian orang tua. Hasil tulisan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi remaja
yang mengalami perceraian orang tua untuk membantu mengatasi kesulitan dan
bangkit dari keadaan yang terpuruk. Hasil studi literatur menunjukkan terdapat
tahapan dalam proses pemaafan dan faktor-faktor yang memengaruhi proses
pemaafan remaja dengan perceraian orang tua yaitu status hubungan, dukungan
sosial, empati, religiusitas, tipe kepribadian dan penerimaan diri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Annisa, R., & Marettih, A. K. E. (2016). Empathy Care Training Untuk Meningkatkan Perilaku Memaafkan Pada Remaja Akhir. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP), 8(2), 285–303. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol8.iss2.art9

Ariyani, M., & Qonita, M. (2018). Perbandingan Forgiveness Pada Wanita Korban Kdrt Ditinjau Dari Kehadiran Anak. JPPP - Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi, 7(1), 20–25. https://doi.org/10.21009/JPPP.071.03

Astuti, W., & Marettih, A. K. E. (2018). Apakah Pemaafan Berkorelasi Dengan Psychological Well-Being Pada Remaja yang Tinggal Di Panti Asuhan? Jurnal Ilmu Perilaku, 2(1), 41. https://doi.org/10.25077/jip.2.1.41-53.2018

Azra, F. N. (2017). Forgiveness dan Subjective Well-Being Dewasa Awal Atas Perceraian Orang Tua Pada Masa Remaja. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(3). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i3.4412

Barcaccia, B., Pallini, S., Pozza, A., Milioni, M., Baiocco, R., Mancini, F., & Vecchio, G. M. (2019). Forgiving adolescents: Far from Depression, close to well-being. Frontiers in Psychology, 10(JULY), 1–9. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.01725

Fitriani, F., & Hafnidar, H. (2023). Proses Pemaafan Remaja dari Orang Tua Bercerai. Jurnal Psikologi Terapan (JPT), 5(2). https://doi.org/10.29103/jpt.v5i1.10426

Hadyani, I. A., Dji, & Indriana, Y. (2017). “Proses Penerimaan Diri Terhadap Perceraian Orangtua” (Sebuah Studi Kualitatif dengan Pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis). Jurnal Empati, 7(3), 303–312. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/viewFile/19759/18690

Harefa, I. E., & Savira, S. I. (2021). Studi Fenomenologi Mengenai Forgiveness pada Perempuan Dewasa Awal dari Keluarga Broken Home. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 08(01), 167–184.

Helmut, S. D., & Nancy, M. N. (2021). Hubungan Antara Empati Dan Pemaafan Pada Remaja Di Kota Maumere. Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang, 1(1), 43–55. https://doi.org/10.36805/empowerment.v1i1.94

Hendi, H., Ikhram, D., Suryana, E., & Abdurrahmansyah, A. (2023). Menavigasi Perkembangan Masa Remaja Awal: Perkembangan, Tantangan, dan Kesempatan. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(10), 7629–7639. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i10.2991

Irnanda, R. C., & Hamidah, H. (2021). Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Self Compassion Pada Remaja dengan Orang Tua Bercerai. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(1), 396–405. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24930

Ismiati, I. (2018). Perceraian Orangtua Dan Problem Psikologis Anak. At-Taujih : Bimbingan Dan Konseling Islam, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.22373/taujih.v1i1.7188

Kusprayogi, Y., & Nashori, F. (2017). Kerendahhatian dan Pemaafan pada Mahasiswa. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 1(1), 12. https://doi.org/10.21580/pjpp.v1i1.963

Nasri, S. A., Nisa, H., & Karjuniwati, K. (2018). Bagaimana Remaja Memaafkan Perceraian Orang Tuanya: Sebuah Studi Fenomenologis. Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah, 1(2). https://doi.org/10.24815/s-jpu.v1i2.11574

Nugroho, H. B. K., & Hartini, N. (2022). Hubungan antara Kepribadian Big Five dengan Pemaafan pada Remaja yang Memiliki Orang Tua Bercerai. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1), 8–18. https://doi.org/10.20473/brpkm.v2i1.31895

Pramasti, A. R., Noiviekayati, I., Rina, A. P., & Psikologi, F. (2023). Forgiveness pada remaja korban perceraian orang tua: Menguji peran penerimaan diri. INNER: Journal of Psychological Research, 3(2), 352–357.

Pratiwi, I. W., & Kimberly, C. (2019). Dinamika Forgiveness pada Anak Korban Perceraian. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Pengembangan SDM, 8(2), 13–31.

Safitri, A. M. (2017). Proses dan Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Memaafkan Pada Remaja Broken Home. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i1.4328

Sari, C. P., Nopianti, H., & Widiyarti, D. (2024). Perceraian Pasangan Nikah Usia Dini DI Desa Batu Bandung, Kabupaten Kepahiang. Prosiding SeNSosio (Seminar Nasional Prodi Sosiologi), 5(1), 278–301.

Sari, D. S., Apriyanto, F., & Ulfa, M. (2022). Hubungan Dukungan Sosial Dengan Penerimaan Diri Pada Remaja Dengan Orang Tua Bercerai. Media Husada Journal Of Nursing Science, 3(1), 14–27. https://doi.org/10.33475/mhjns.v3i1.72

Sekali, R. B. K., & Tohir, A. (2020). Upaya Meningkatkan Penerimaan Diri (Selfacceptance) Siswa Melalui Konseling Individu Dengan Pendekatan Realita Kelas Xi Sma Negeri 15 Bandar Lampung. 2(2), 135–147. https://doi.org/https://doi.org/10.52647/jep.v2i2.21

Trianggono, A. A., & Yatim, D. I. (2020). Proses Memaafkan dalam Konteks Agama Islam pada Remaja yang Orang Tuanya Bercerai. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 5(2). https://doi.org/10.20473/jpkm.v5i22020.88-111

Umar, M. F. R., Daud, M., & Faradillah, F. (2020). Hubungan Antara Empati Dan Pemaafan Pada Remaja Yang Memiliki Orang Tua Bercerai. Jurnal Ecopsy, 7(2). https://doi.org/10.20527/ecopsy.v7i2.6526

Wulandari, D., & Fauziah, N. (2019). Pengalaman Remaja Korban Broken Home (Studi Kualitatif Fenomenologis). Jurnal EMPATI, 8(1). https://doi.org/10.14710/empati.2019.23567

Downloads

Published

2025-12-29