KONSEPTUALISASI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN DEEP-PBL UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.37159Keywords:
Deep-PBL, Knowledge, Environmental Care AttitudesAbstract
Indonesia is currently one of the countries facing serious environmental issues that have become global concerns, such as pollution and waste accumulation caused by low public awareness of environmental preservation. This condition highlights the need for strategic efforts to foster environmental awareness and pro-environmental behavior from an early age through learning. This study aims to develop the Deep-PBL Learning Model to improve students’ knowledge and environmental care attitudes in biology learning, particularly on the topic of environmental change focusing on waste problems. Deep-PBL is an innovative integration of Problem-Based Learning (PBL) and the Deep Learning approach. The model consists of five learning syntaxes: Awareness (Problem Awareness), Organization (Learning Organization), Investigation (Inquiry), Presentation (Solution Presentation), and Reflection (Reflection and Evaluation). This structure ensures that Deep-PBL not only emphasizes problem solving but also helps students understand the meaning of the learning process and its relevance to real-life contexts. The model encourages students to think critically, reflect on their actions, and internalize values of environmental responsibility so that biology learning does not stop at conceptual mastery, but also develops awareness, empathy, and real commitment in protecting the environment. With its holistic and sustainable nature, Deep-PBL develops cognitive abilities while shaping students’ environmental care attitudes consistently in daily life, thereby having the potential to produce a young generation that is academically competent, environmentally aware, and responsible toward nature.
Downloads
References
Adnyana, K. S. (2024). Refleksi sebagai strategi peningkatan kompetensi dan sikap peserta didik dalam pembelajaran sains. Jurnal Pendidikan dan Humaniora, 12(1), 55–66.
Arends, R. (2012). Learning to teach (9th ed.). New York: McGraw-Hill.
Arundati, A. (2020). Peran pendidikan lingkungan dalam membentuk perilaku pro-lingkungan peserta didik. Jurnal Pendidikan dan Lingkungan, 8(2), 115–124.
Assifa, N. (2017). Dampak gaya hidup konsumtif terhadap degradasi lingkungan di Indonesia. Jurnal Ekologi Sosial, 5(1), 45–52.
Azmi, F. (2021). Analisis perilaku masyarakat terhadap kerusakan lingkungan di Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(3), 210–219.
Diputera, D. (2024). Mindful learning dan implikasinya terhadap kesadaran belajar peserta didik. Jurnal Psikologi Pendidikan, 9(2), 144–156.
Fitriani, L. (2025). Pembelajaran biologi berbasis investigatif untuk meningkatkan kemampuan reflektif peserta didik. Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 7(1), 23–34.
Hairunnisa, S. (2024). Implementasi pendidikan lingkungan berkelanjutan untuk meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa. Jurnal Pendidikan Sains, 12(1), 32–41.
Hafidzhoh, M., Pratiwi, S., & Lukman, R. (2023). Meaningful learning dalam pembelajaran sains untuk memperkuat struktur pengetahuan peserta didik. Jurnal Pendidikan Biologi, 15(3), 199–210.
Haryanti, T. (2024). Pendekatan deep learning untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa. Jurnal Pembelajaran Abad 21, 6(1), 11–22.
Majid, A. (2013). Strategi pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Marton, F., & Säljö, R. (1976). On qualitative differences in learning: I—Outcome and process. British Journal of Educational Psychology, 46(1), 4–11.
Marzali, A. (2016). Penelitian kepustakaan dalam ilmu sosial. Jakarta: Kencana.
Nur, M. (2019). Joyful learning sebagai pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan kreativitas siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(2), 101–112.
Nurhalimah, N. (2019). Pembiasaan perilaku ramah lingkungan melalui pendidikan lingkungan hidup. EduHumaniora, 11(2), 87–95.
Omar, S. (2024). Model pembelajaran dan karakteristiknya dalam desain pembelajaran modern. Jurnal Riset Pembelajaran, 10(1), 1–13.
Risqy, M. (2019). Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebiasaan hidup bersih dan sehat: Tantangan pelestarian lingkungan. Jurnal Sosial dan Lingkungan, 4(2), 76–85.
Saputri, D., Putra, G., & Hasanah, L. (2025). Efektivitas Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah lingkungan pada peserta didik. Jurnal Inovasi Pembelajaran Sains, 6(1), 1–12.
Suwandi, K., Wibawa, A., & Munawaroh, S. (2023). Transformasi paradigma pembelajaran menuju pembelajaran reflektif dan konstruktif berbasis deep learning. Jurnal Sains dan Pendidikan, 9(4), 287–300.
Tayeb, A. (2017). Fungsi model pembelajaran dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 50(1), 29–38.
Tjahjono, H. (2018). Literature review sebagai dasar pengembangan penelitian pendidikan. Jurnal Penelitian Pendidikan, 15(2), 101–108.
Wijaya, H., Sihombing, M., & Lestari, F. (2025). Meaningful, mindful, and joyful learning sebagai pilar pembelajaran mendalam. Jurnal Pendidikan Progresif, 4(1), 77–90.
Wulandari, S., Rahmawati, T., & Pranata, Y. (2025). Pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran sains untuk mendorong perubahan perilaku siswa. Jurnal Pendidikan STEM, 3(1), 55–67.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
















