Gambaran Tingkat Pemahaman Petani Bawang Merah terhadap Bahaya Paparan Merkuri di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

Authors

  • Alfan Afandi Universitas Ngudi Waluyo Semarang
  • Kartika Dian Pertiwi Universitas Ngudi Waluyo Semarang
  • Sigit Ambar Widyawati Universitas Ngudi Waluyo Semarang

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.36534

Keywords:

: Merkuri, Petani Bawang Merah, Pengetahuan, Brebes, Paparan Logam Berat

Abstract

Merkuri (Hg) merupakan logam berat yang bersifat toksik, persisten, dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan. Paparan merkuri dapat terjadi melalui tanah, tanaman, dan pestisida. Petani bawang merah berisiko tinggi terhadap paparan ini, namun tingkat pengetahuan mereka masih sedikit dipahami. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat pemahaman petani bawang merah di Brebes mengenai sumber paparan, jalur paparan, dan dampak kesehatan merkuri serta hubungannya dengan karakteristik demografis. Penelitian observasional cross-sectional dilakukan pada 80 petani bawang merah di tiga kecamatan utama Brebes. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan tentang merkuri. Analisis deskriptif digunakan untuk distribusi pengetahuan, dan uji chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan faktor demografis (α = 0,05). Mayoritas petani (68,8 %) memiliki pengetahuan rendah, 21,3 % sedang, dan 10 % tinggi. Pengetahuan tentang jalur paparan melalui tanah, inhalasi, dan konsumsi tanaman masih terbatas. Analisis chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara pendidikan (p = 0,01) dan pengalaman bertani (>15 tahun, p = 0,03) dengan tingkat pengetahuan. Tingkat pemahaman petani bawang merah di Brebes terhadap bahaya merkuri masih rendah. Intervensi edukasi, penyuluhan, dan praktik pertanian aman perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko paparan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Winardi I, Saputra S, et al. Pengaruh Pendidikan dan Pengalaman Bertani terhadap Pengetahuan Petani tentang Logam Berat. J Biosaintifika. 2023;15(2):123–130. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/biosaintifika/article/view/25229

Saragih D, Hidayat R. Literasi Lingkungan dan Praktik Petani terhadap Logam Berat. Sci Hub UI. 2021;25(4):45–52. https://scholarhub.ui.ac.id/science/vol25/iss4/4/

Lehnhoff E, Beck R. Mercury Contamination in Agricultural Soils: Risks and Mitigation. Agronomy. 2023;13(6):1521. https://www.mdpi.com/2073-4395/13/6/1521

Ulil Albab Institute. Dampak Kesehatan Logam Berat pada Manusia. JIM. 2022;12(1):33–45. https://ulilalbabinstitute.co.id/index.php/JIM/article/view/2040

JTSL UB. Fitoremediasi dan Bioremediasi Lahan Tercemar Merkuri. 2023. https://jtsl.ub.ac.id/index.php/jtsl/article/download/933/653/2295

Leka, E. (2024). Overview Metode Fitoremediasi dalam Pengelolaan Tanah Tercemar Merkuri (Hg) pada Lahan Bekas Tambang. Chemviro: Jurnal Kimia & Ilmu Lingkungan, 2(1), 107–112. DOI:10.56071/chemviro.v2i1.820 ojs.ejournalunigoro.com+1

Siahaan, B. C., Utami, S. R., & Handayanto, E. (2017). Fitoremediasi tanah tercemar merkuri menggunakan Lindernia crustacea, Digitaria radicosa, dan Cyperus rotundus. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 1(2), 35–51. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan+1

Juhriah, J., & Mir Alam. (2016). Fitoremediasi logam berat merkuri (Hg) pada tanah menggunakan Celosia plumosa (Voss) Burv. Jurnal Biologi Makassar (Bioma), 1(1). Neliti+1

Pratiwi, R. S., Nuraini, Y., & Handayanto, E. (2017). Pemanfaatan tumbuhan liar Lindernia crustacea dalam fitoremediasi tanah tercemar merkuri limbah tambang skala kecil. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, (Volumenya sesuai publikasi). Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan

Zulkoni, A. (2024). Upaya peningkatan fitoremediasi tanah tercemar merkuri di Kokap, Kulon Progo menggunakan Acacia sieberiana dan inokulasi mikoriza. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 18(1). DOI:10.37412/jrl.v18i1.19 Journal Institut Teknologi Yogyakarta

Rahman, F., Ilfan, F., Rodhiyah, Z., & Ihsan, M. (2021). Potensi tumbuhan lokal sebagai agen fitoremediasi untuk menurunkan kadar merkuri (Hg) pada lahan bekas penambangan emas di Sarolangun, Jambi. Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 13(2), 48–54. DOI:10.33005/envirotek.v13i2.128 Envirotek

Wafiq, M., & Munfarida, I. (2024). Fitoremediasi logam berat merkuri (Hg) menggunakan tanaman Myriophyllum aquaticum dengan sistem batch. Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian, 6(1). DOI:10.31315/jilk.v6i1.10210 Jurnal UPN Veteran Yogyakarta

Downloads

Published

2025-12-06