IMPLEMENTASI NILAI NILAI TRADISI BEKARANG IKAN DESA PASAR TERUSAN MUARA BULIAN DALAM KARYA TARI

Authors

  • Chindika Parinci Utami Chindika Universitas Jambi
  • Widi Hartati Universitas Jambi
  • Putri Dwi Rahayu Universitas Jambi
  • M. Rivaldi Universitas Jambi
  • Bambang Saputra Universitas Jambi
  • Vedro Albi Universitas Jambi
  • J Manosortala Panjaitan Universitas Jambi
  • Dwi Diki Junior Universitas Jambi
  • Aulia Rahman Siddiq Universitas Jambi
  • Occha Khayla Ramadhani Universitas Jambi
  • Ulpi Romadhona Nurdanti Universitas Jambi
  • Emanuel Hosa Kurnia Adi Universitas Jambi
  • Destrinelli Universitas Jambi
  • Mohammad Komadri Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.36375

Keywords:

Bekarang, Kearifan Lokal

Abstract

Tradisi bekarang ikan di Desa Pasar Terusan, Muara Bulian, merupakan salah satu warisan kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi dan masih dilestarikan hingga kini. Prosesi ini dilaksanakan pada musim kemarau saat air surut di lubuk larangan, yaitu kawasan perairan yang dijaga bersama masyarakat sepanjang tahun untuk memastikan keberlangsungan ekosistem ikan. Bekarang tidak hanya dipahami sebagai aktivitas menangkap ikan, tetapi juga wujud rasa syukur kepada Tuhan, sarana memperkuat solidaritas sosial, serta bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Rangkaian doa bersama, kerja sama saat proses penangkapan ikan, hingga makan basamo setelah kegiatan memperlihatkan integrasi nilai religius, sosial, dan ekologis yang menyatu dalam satu perayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bekarang berfungsi sebagai media pendidikan budaya, penguatan identitas kolektif, serta pelestarian lingkungan berbasis adat yang tetap relevan di tengah tantangan modernisasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, I. (2017). Konservasi kearifan lokal dalam budaya Indonesia. Jurnal Humaniora, 29(3), 299–307.

Arifin, Z. (2021). Revitalisasi seni pertunjukan tradisional sebagai penguatan identitas budaya. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 5(2), 123–135.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Falah, A. M., & Munawaroh, A. A. P. (2023). Visual elements of Dogdog, a traditional art in Tasikmalaya. Creative Arts Interdisciplinary Journal, 3(1), 45–58.

Fitriani, S., & Hasan, M. (2022). Modernisasi dan tantangan pelestarian budaya tradisional di era globalisasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 12(1), 55–66.

Hidayat, A. (2020). Seni tradisional sebagai media pendidikan moral masyarakat desa. Jurnal Pendidikan Seni, 8(1), 45–56.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Mujahidah, N. (2022). Hambatan dan tantangan pelestarian budaya lokal dalam seni tradisi. Jurnal Ilmu Budaya, 10(2), 201–213.

Pratama, R., & Lestari, D. (2023). Tradisi panen raya sebagai identitas budaya masyarakat agraris. Jurnal Antropologi Indonesia, 44(1), 15–28.

Susanto, E. (2016). Gotong royong sebagai identitas sosial budaya masyarakat Indonesia. Jurnal Sosiologi Reflektif, 10(2), 183–197.

Wahyuni, D. (2019). Tradisi panen raya dan makna solidaritas sosial masyarakat Jawa. Jurnal Antropologi Indonesia, 40(1), 55–66.

Widodo, T. (2017). Tradisi sebagai media penguatan identitas lokal di era global. Jurnal Humaniora, 29(3), 295–304.

Yuliana, R. (2021). Seni pertunjukan dalam ritual tradisional Nusantara. Jurnal Budaya Nusantara, 6(1), 77–89.

Downloads

Published

2025-12-11