ANALISIS TRADISI PANEN RAYA PASAR TERUSAN DALAM PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA LOKAL
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.36277Keywords:
Bekarang, Kearifan LokalAbstract
Tradisi Panen Raya Pasar Terusan di Muara Bulian merupakan warisan budaya agraris yang mengandung nilai religius, sosial, dan estetika yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini bukan hanya perayaan hasil panen, melainkan juga sarana untuk memperkuat solidaritas sosial, menjaga identitas budaya lokal, serta menjadi media pembelajaran kultural bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna filosofis, nilai sosial dalam perayaan Panen Raya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan validasi data dilakukan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Panen Raya tidak hanya bernilai agraris, tetapi juga memuat simbol doa, syukur, serta harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Prosesi Mundut dan makan merawang mencerminkan nilai gotong royong, tolong menolong, dan persaudaraan, sedangkan tari Tabur Beras Kunyit berfungsi sebagai simbol spiritual sekaligus pendidikan budaya. Tradisi ini menghadapi tantangan modernisasi, namun tetap relevan sebagai sarana pelestarian budaya lokal. Kesimpulannya, Panen Raya Pasar Terusan menjadi identitas budaya yang harus dilestarikan dan dapat dijadikan model pendidikan berbasis kearifan lokal untuk memperkuat karakter generasi muda.
Downloads
References
Abdullah, I. (2017). Konservasi kearifan lokal dalam budaya Indonesia. Jurnal Humaniora, 29(3), 299–307.
Arifin, Z. (2021). Revitalisasi seni pertunjukan tradisional sebagai penguatan identitas budaya. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 5(2), 123–135.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Falah, A. M., & Munawaroh, A. A. P. (2023). Visual elements of Dogdog, a traditional art in Tasikmalaya. Creative Arts Interdisciplinary Journal, 3(1), 45–58.
Fitriani, S., & Hasan, M. (2022). Modernisasi dan tantangan pelestarian budaya tradisional di era globalisasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 12(1), 55–66.
Hidayat, A. (2020). Seni tradisional sebagai media pendidikan moral masyarakat desa. Jurnal Pendidikan Seni, 8(1), 45–56.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Mujahidah, N. (2022). Hambatan dan tantangan pelestarian budaya lokal dalam seni tradisi. Jurnal Ilmu Budaya, 10(2), 201–213.
Pratama, R., & Lestari, D. (2023). Tradisi panen raya sebagai identitas budaya masyarakat agraris. Jurnal Antropologi Indonesia, 44(1), 15–28.
Susanto, E. (2016). Gotong royong sebagai identitas sosial budaya masyarakat Indonesia. Jurnal Sosiologi Reflektif, 10(2), 183–197.
Wahyuni, D. (2019). Tradisi panen raya dan makna solidaritas sosial masyarakat Jawa. Jurnal Antropologi Indonesia, 40(1), 55–66.
Widodo, T. (2017). Tradisi sebagai media penguatan identitas lokal di era global. Jurnal Humaniora, 29(3), 295–304.
Yuliana, R. (2021). Seni pertunjukan dalam ritual tradisional Nusantara. Jurnal Budaya Nusantara, 6(1), 77–89.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.