IMPLEMENTASI METODE HYPNOTEACHING DALAM MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV UPT SD INPRES SARITE’NE KABUPATEN GOWA
DOI:
https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.32422Keywords:
Hypnoteaching, Inquiry Learning Model, Learning InterestAbstract
This study aims to describe the implementation of the hypnoteaching method in the inquiry learning model and its impact on students' learning interest in the social studies subject of class IV UPT SD Inpres Sarite'ne, Gowa Regency. This study uses a qualitative descriptive research method. With a focus on observing the process of student role play and their self-motivation, the sampling technique used in this study was the control class (experimental and quasi-experimental). The sample used in this study was all 39 students in class IV. Data collection techniques used in this study were observation, data collection in the field, interviews and documentation. The data analysis used was by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the hypnoteaching method has the potential to increase students' interest in learning social studies in class IV of UPT SD Inpres Sarite'ne, Gowa Regency, showing that class IV A out of 20 students who achieved the KKM score were 8 people or 40% and those who did not achieve the KKM score were 12 people or 60% with an average score of 70 and in class IV B out of 19 students who achieved the KKM score were 9 people or 47% and those who did not achieve the KKM score were 10 people or 53%. Based on the results of the study above, it can be concluded that the interest in learning social studies of class IV students of UPT SD Inpres Sarite'ne, Gowa Regency through the application of the hypnoteaching method in the inquiry learning model has increased.Downloads
References
memberikan tatapan tenang yang
membuat mereka merasa malu dan
segera kembali memperhatikan
pelajaran. Ekspresi dan bahasa tubuh
guru yang penuh empati menjadi
bentuk sugesti non-verbal yang
efektif dalam hypnoteaching.
"Saya suka lihat ibu guru cara
dia bicara dan duduk waktu
menjelaskan. Kalau dia senyum, saya
jadi semangat juga. Kalau kami
malas, ibu guru cuma lihat kami
dengan tenang, terus kami jadi malu
sendiri dan kembali fokus" (A).
Sementara itu, Sahra
menjelaskan bahwa setiap kali
diberikan tugas, gurunya selalu
memberikan contoh terlebih dahulu.
Ia merasa lebih percaya diri dalam
menyelesaikan tugas karena sudah
memahami langkah-langkah yang
harus dilakukan, seperti dalam
menggambar peta atau membuat
cerita. Ini menunjukkan bahwa
modeling sangat membantu siswa
dalam memahami konsep secara
konkret sebelum mereka
melakukannya sendiri.
"Ibu guru itu kalau kasih tugas,
dia kasih contoh dulu. Jadi saya
nggak bingung. Kadang dia juga
tunjukin gimana cara menggambar
peta atau bikin cerita tentang daerah
sendiri. Saya senang karena bisa
lihat dulu sebelum disuruh ngerjain"
(S).
Dari seluruh wawancara
tersebut, dapat disimpulkan bahwa
implementasi hypnoteaching melalui
metode modeling dalam
pembelajaran inquiry sangat efektif
dalam meningkatkan minat belajar
siswa. Keteladanan guru yang
ditunjukkan melalui tindakan nyata,
komunikasi sugestif, serta
pendekatan yang menyentuh aspek
emosional siswa, mampu
menciptakan suasana belajar yang
inspiratif dan menyenangkan.
Dengan demikian, siswa tidak hanya
belajar secara kognitif, tetapi juga
secara afektif dan psikomotorik, yang
merupakan tujuan pembelajaran
holistik di jenjang sekolah dasar.
b. Deskriptif Minat Siswa Dalam
Pembelajaran IPS
1) SDN Center Mawang
Berikut adalah tabel yang
menunjukan jumlah siswa yang minat
dan tidak minat terhadap mata
pelajaran IPS berdasarkan hasil uji
coba angket yang telah dilakukan
oleh peneliti di SDN Center Mawang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.