NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM SURAH AL-NAHL 16: 78

Authors

  • Achmad Syauqi Alfanzari Institut Agama Islam Negeri Curup
  • Akhmad Aidil Fitra Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

DOI:

https://doi.org/10.23969/jp.v10i01.23491

Keywords:

Nilai Pendidikan, Surah An-Nahl, Tekstual, Kontekstual

Abstract

Surah Al-Nahl (16: 78) ini memberikan gambaran secara tekstual tentang tiga potensi dasar yang Allah berikan kepada manusia dalam melanjutkan fungsinya sebagai khalifatullah di bumi. Banyak orang yang mnengabaikan ketiga potensi tersebut yaitu pendengaran, penglihatan dan hati.  Allah menciptakan ini sebagai potensi mencari pengetahuan dalam rangka berbakti kepada Allah.  Fokus tulisan ini adalah mengupas tentang potensi pendidikan dalam surah al-Nahl atau 78 secara tekstual dan kontekstual. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah Library Research dengan dengan mengumpulkan informasi dari berbagai kitab tafsir, pendidikan dan artikel-artikel yang terkait dengan pembahasan ini. Selanjutnya, untuk menganalisa data-data yang sudah dikumpulkan digunakan konten analisis. Surah al-nahl ayat 78 secara tekstual menunjukkan bahwa Allah menciptakan manusia dan melengkapi penciptaannya dengan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati atau akal, dengan konsekuensi penciptaan tersebur agar manusia bersyukur. Secara kontekstual dan mendalam ayat ini menjelaskan tentang potensi pendidikan yang Allah berikan kepada manusia adalah tanda  kasih sayang Allah dengan menciptakan manusia beserta perangkat-perangkatnya secara sempurna yaitu,  pendengaran dan penglihatan memiliki potensi sebagai sarana untuk menangkap segala informasi yang ada di sekitarnya, baik berupa suara maupun benda,  begitu juga hati memiliki potensi yaitu kemampuan manusia untuk berpikir, merasakan dan menjadi penentu atau tolak ukur terhadap nilai-nilai dan moral antara baik dan buruknya suatu perbuatan. Kalimat akhir ayat ini merupakan konsekuensi dari pemberian Allah tersebut agar manusia jangan lalai dengan potensi yang Allah berikan, maka bersyukur adalah cara terbaik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amarodin. (2021). TELA’AH TAFSIR QS. AN-NAHL AYAT 78 DAN ANALISISNYA. Perspektive: Jurnal Pendidikan Islam, 14(2). https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/perspektif/article/view/4713

Chanifudin. (2016). Potensi Belajar dalam Al-Quran (Telaah Surat An-Nahl: 78). Edukasi Islami Jurnal Pendidikan Islam, 5(10). https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ei/issue/view/2

Fitra, A. A., & Oktasandi, O. (2024). Pembacaan Hermeneutis: Penafsiran Buya Hamka Tentang Lahw al Ḥadīṡ (Studi Pemikiran Hans George Gadamer). Syariati: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hukum, 10(2), 147–162. https://doi.org/10.32699/syariati.v10i2.7707

Fitra, A. A., & Wendry, N. (2024). Penafsiran, Ideologi, dan Afiliasi Politik: Kritik Buya Hamka (1908-1981 M) terhadap Nasakom Era Demokrasi Terpimpin (1959-1966 M). Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya, 6(2), 234. https://doi.org/10.31958/istinarah.v6i2.13607

Hartono. (2013). KONSEP BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MENURUT QS. AN-NAHL : 78 Jurnal: INSANIA. INSANIA, 16(2).

Ibnu Katsir. (2015). Tafsir Ibnu Katsir. Diterjemahkan oleh Arif Hidayat dkk. Jawa Tengah: Insan Kamil.

M. Quraish Shihab. (2002). Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an (Vol. 1). Jakarta: Lentera Hati.

Wahbah Zuhaily. (2013). Tafsir al-Wasith. Jakarta: Gema Insani Press.

Yuhadi, I. (2017). KORELASI ANTARA SURAT AL-NAHL 78 DENGAN GAYA BELAJAR MANUSIA. Al-Majaalis Jurnal Dirasat Islamiyah, 5(1). https://doi.org/10.37397/almajaalis.v5i1.74

Zubaidi. (2012). Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2025-03-30