Perencanaan Kolaboratif sebagai Strategi Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan Studi di Kawasan Rawabogo
Kolaborasi dalam Mendorong Wisata Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.23969/jpdr.v2i1.41563Keywords:
Tourism village, Community participation, Potential for Tourism Village Development, Collaborative PlanningAbstract
Desa wisata memiliki keunikan karakter dan daya tarik tersendiri yang pengembangannya menitikberatkan pada peran aktif masyarakat melalui partisipasi, kelembagaan pengelola, serta pemanfaatan potensi lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pengembangan desa wisata di Kawasan Pariwisata Rawabogo berbasis collaborative planning dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Daya tarik utama kawasan ini meliputi wisata alam seperti Sirah Cai Rawabogo, perkebunan kopi, teh, dan stroberi, serta Situs Gunung Padang; wisata budaya berupa hajat buruan, hajat lembur, ritual miasih kabumi Nagara Padang, dan padepokan kasepuhan Ajar Padang; serta daya tarik khusus seperti Kampung Kicimpring dan Kampung Warna-Warni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perencanaan kolaboratif belum berjalan secara optimal. Adapun potensi pengembangan desa wisata berbasis perencanaan kolaboratif di Rawabogo dan Desa Buninagara meliputi pelaksanaan FGD, penguatan komitmen para pemangku kepentingan, perancangan jalur wisata, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan retribusi daerah.
Downloads
References
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032.
Astawa, I. P., Triyuni, N. N., & Santosa, I. (2018). Sustainable tourism and harmonious culture: a case study of cultic model at village tourism. Journal of Physics: Conference Series, 953(1), 12057.
Atmoko, T. P. H.,2014. Strategi Pengembangan Potensi Desa Wisata Brajan Kabupaten Sleman. Jurnal Media Wisata, 12(2), 146–154.
Chaerunissa, S. F., & Yuniningsih, T. (2020). Analisis Komponen Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Wonopolo Kota Semarang. Journal Of Public Policy And Management Review, 9(4), 159–175.
Handayani, T., & Rahmi, M. (2018). Analisis Kesiapan Desa Mekar Agung Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Banten Sebagai Desa Wisata Syariah. IKRAITHEKONOMIKA, 1(2), 1–12.
Herdiana, D. (2019). Peran Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), September, 63. https://doi.org/10.24843/jumpa.2019.v06.i01.p04
Kirana, C. A. D., & Artisa, R. A. (2020). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Collaborative Governance di Kota Batu. Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik, 6(1), 68–84. https://doi.org/10.26618/kjap.v6i1.3119
Komariah, N., Saepudin, E., & Yusup, P. M. (2018). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pariwisata Pesona, 3(2), 158–174. https://doi.org/10.26905/jpp.v3i2.2340
Maturbongs, E. E. (2020). Kolaborasi Model Pentahelix Dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Merauke. Transparansi : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi, 3(1), 55–63. https://doi.org/10.31334/transparansi.v3i1.866.
Maturbongs, E., Suwitri, S., Kismartini, K., & Purnaweni, H. (2019). Internalization of Value System in Mineral Materials Management Policies Instead of Metal And Rocks in Merauke District. Prizren Social Science Journal, 3(2), 32.
Noviarita, H., Kurniawan, M., & Nurmalia, G. (2021). Pengelolaan Desa Wisata Dengan Konsep Green Economy Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Akuntansi Dan Pajak, 22(02).
Permana, C. T. H., & Agustine, V. (2022). Perencanaan kolaboratif dalam penyediaan air bersih di masa pandemi Covid-19 (Studi kasus Kecamatan Batununggal, Kota Bandung). Region: Jurnal Pembangunan Wilayah …, 17. https://doi.org/10.20961/region.v17i1.55553
Prasetya, D., & Ansar, Z. (2017). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Community Based Tourism Pada Kawasan Danau Ranau Lumbok Seminung Lampung Barat. Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 6(1), 60–72. https://doi.org/10.24252/planomadani.6.1.6.
Sesotyaningtyas, M., & Manaf, A. (2015). Analysis of sustainable tourism village development at Kutoharjo Village, Kendal Regency of Central Java. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 184, 273–280.
Setiadi, H. (2014). Dasar-dasar Teori Perencanaan. Modul 1 Dasar-Dasar Teori Perencanaan, 1–47.
Sugiarto, B. A. T, Siswantara, Y. (2012). Rumah Budaya Sebagai Ruang Publik Untuk Mengembangkan Kegiatan Kepariwisataan Di Desa Wisata Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Katolik Parahyangan. http://journal.unpar.ac.id/index.php/Sosial/article/download/189/174.
Sukirman, O., 2017. Apakah Anggaran Pemasaran Pariwisata Pemerintah Efektif dalam Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan? (Studi Kasus di Indonesia Tahun 2011-2016). Tourism and Hospitality Essentials (THE) Journal, 7(2), 121–128.
Utami, M. M., Taufik, H. E. R., & Bhakti, W. N. (2019). Village Tourism: The Implementation of Community-Based Tourism. 2019 International Conference on Organizational Innovation (ICOI 2019), 537–542.
Verdiana, A. and Indratno, I. (2021) ‘Pemaknaan Potensi Lokal di Desa Wisata Rawabogo Kabupaten Bandung’, Journal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, 1(1), pp. 72–80.
Zolfani, S. H., Sedaghat, M., Maknoon, R., & Zavadskas, E. K. (2015). Sustainable tourism: a comprehensive literature review on frameworks and applications. Economic Research-Ekonomska Istraživanja, 28(1), 1–30.
Peraturan Daerah Nomor 27 Tahun 2016 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung Tahun 2016-2036.
Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2009-2029.
