PENGEMBANGAN PROGRAM TUTOR SEBAYA KARANG TARUNA UNTUK MENDUKUNG REMAJA PUTUS SEKOLAH DI KECAMATAN CIBEUNYING KALER

Authors

  • Ikhsan Maulana
  • Nina Kurniasih Universitas Pasundan

Abstract

Remaja putus sekolah merupakan salah satu kelompok rentan yang menghadapi berbagai
tantangan dalam proses perkembangan sosial, ekonomi, maupun psikologis. Di Kecamatan
Cibeunying Kaler, fenomena putus sekolah tidak hanya berdampak pada rendahnya tingkat
pendidikan masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko pengangguran, kemiskinan
antargenerasi, kenakalan remaja, serta menurunnya partisipasi pemuda dalam pembangunan
sosial. Berbagai program pemerintah telah dilaksanakan untuk mengatasi persoalan tersebut,
namun masih ditemukan keterbatasan dalam pendampingan berbasis komunitas yang mampu
menjangkau remaja secara berkelanjutan. Salah satu potensi lokal yang dapat dioptimalkan
adalah keberadaan Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan yang memiliki
kedekatan dengan masyarakat dan mampu menjadi agen perubahan di tingkat kelurahan.
Pengabdian ini bertujuan mengembangkan model Program Tutor Sebaya Karang Taruna
sebagai bentuk intervensi sosial berbasis masyarakat untuk mendukung remaja putus sekolah
memperoleh kembali akses pendidikan, meningkatkan motivasi belajar, memperkuat
keterampilan hidup, serta memperluas kesempatan pengembangan diri. Pengabdian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Research and Development (R&D) yang
dipadukan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Data diperoleh melalui
observasi, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), serta studi dokumentasi
yang melibatkan pengurus Karang Taruna, remaja putus sekolah, tokoh masyarakat,
pemerintah kecamatan, dan lembaga pendidikan nonformal.
Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa pengembangan program tutor sebaya mampu
meningkatkan motivasi belajar, memperkuat dukungan sosial, membangun hubungan yang
positif antara remaja dengan lingkungan sosialnya, serta mendorong keterlibatan aktif Karang
Taruna dalam penanganan masalah sosial di tingkat komunitas. Model yang dikembangkan
terdiri atas tahapan identifikasi kebutuhan, rekrutmen tutor sebaya, pelatihan tutor,
pendampingan belajar, penguatan keterampilan hidup, monitoring, dan evaluasi partisipatif.
Program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi pada
wilayah lain dengan karakteristik sosial yang serupa.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-30