PERSEPSI MASYARAKAT DESA TERHADAP PROGRAM BANTUAN SOSIAL PEMERINTAH: STUDI KASUS DI DESA TEGAL, KECAMATAN KEMANG, KABUPATEN BOGOR

Authors

  • Setiawati Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pamulang https://orcid.org/0000-0002-6723-9134
  • Susi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pamulang

DOI:

https://doi.org/10.23969/humanitas.v8i2.66328

Abstract

Program bantuan sosial (bansos) merupakan instrumen kebijakan utama untuk mengurangi kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan sosial, namun keberhasilannya sangat bergantung pada bagaimana masyarakat penerima memaknai kebijakan tersebut. Penelitian ini menganalisis persepsi masyarakat desa terhadap program bantuan sosial pemerintah serta faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang membentuk persepsi tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, diskusi kelompok terarah, dan studi dokumentasi terhadap penerima bantuan, non-penerima, aparat desa, dan tokoh masyarakat, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan persepsi masyarakat bersifat multidimensional dan ambivalen: bansos dimaknai sebagai penyelamat ekonomi, wujud kepedulian negara, dan hak sosial warga negara, namun juga berpotensi menimbulkan ketergantungan tanpa program pemberdayaan. Ketidakakuratan data, lemahnya transparansi, dan minimnya pengawasan masyarakat menjadi sumber utama ketidakpuasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan kebijakan bergantung pada kualitas tata kelola, keadilan distributif, dan penguatan kewarganegaraan substantif yang menyeimbangkan hak dan partisipasi, serta merekomendasikan integrasi bantuan dengan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-09-30