PRAKTIK PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI KOPI DAN AREN ORGANIK MANG ENCAK MELALUI PROGRAM CSR PLTA BESAI
DOI:
https://doi.org/10.23969/humanitas.v8i2.65437Keywords:
CSR, kelompok tani kopi, pemberdayaan masyarakat, pertanian organik, PLTA BesaiAbstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pemberdayaan oleh PT PLN Nusantara Power UP Bandar Lampung PLTA Besai terhadap Kelompok Tani dan Aren Organik “Mang Encak” di Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Ruang lingkup penelitian ini secara sengaja dibatasi pada proses pemberdayaan, sehingga tidak membahas aspek ekonomi seperti peningkatan pendapatan kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) PLTA Besai dilaksanakan dengan tiga tahapan pemberdayaan, yaitu: (1) inisiasi awal berupa sosialisasi dan penguatan kelembagaan kelompok tani; (2) pengkapasitasan melalui rangkaian pelatihan teknis dan manajerial dengan melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan stakeholder lainnya; serta (3) transformasi praktik budidaya kopi konvensional menjadi metode organik ramah lingkungan dengan dukungan sarana prasarana, sertifikasi organik, dan pendampingan berkelanjutan hingga tahun 2026. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program CSR PLTA Besai mencerminkan model pemberdayaan yang terstruktur dan berkelanjutan, yang dapat dijadikan sebagai rujukan praktik CSR perusahaan yang memiliki karakter dan permasalahan sejenis.
KATA KUNCI: CSR, kelompok tani kopi, pemberdayaan masyarakat, pertanian organik, PLTA Besai.
ABSTRACT
This study aims to examine the empowerment practices implemented by PT PLN Nusantara Power UP Bandar Lampung PLTA Besai for the "Mang Encak" Organic Sugar Palm and Farmer Group in West Lampung Regency. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in depth interviews, field observations, and document analysis. The data were analyzed using an interactive analysis model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The scope of the study was deliberately limited to the empowerment process, thereby excluding economic aspects such as increases in group income. The findings indicate that the PLTA Besai Corporate Social Responsibility (CSR) program was executed through three empowerment stages: (1) initial engagement involving outreach and the institutional strengthening of the farmer group; (2) capacity building through a series of technical and managerial training sessions involving local government, academics, and other stakeholders; and (3) the transformation of conventional coffee farming practices into environmentally friendly organic methods, supported by the provision of facilities, organic certification, and ongoing mentoring through 2026. The study concludes that the PLTA Besai CSR program exemplifies a structured and sustainable empowerment model that can serve as a reference for CSR practices by companies facing similar characteristics and challenges.
KEYWORDS: CSR, coffee farmer groups, community empowerment, organic farming, PLTA Besai.








