Model Prediksi Kebangkrutan Perusahaan Waralaba Dengan Model Altman Z-Score (Studi Kasus Pada Brand Nasi Goreng Mafia)
DOI:
https://doi.org/10.23969/bp.v7i1.14882Abstract
Bisnis di sektor kuliner memiliki potensi besar untuk berkembang karena makanan merupakan kebutuhan primer yang selalu dicari oleh masyarakat guna memenuhi kebutuhan hidup mereka. Seiring berjalannya waktu, muncul tren bisnis baru yaitu dengan menggunakan sistem waralaba. Dengan tahapan yaitu membuka bisnis, lalu menggunakan kekuatan sosial media dengan tujuan viral, hingga di tahun pertama bisnis tersebut sudah memiliki banyak cabang dan dilanjut dengan tahun-tahun berikutnya membuka kesempatan waralaba di banyak tempat. Namun, tak sedikit dari proses bisnis serupa berakhir dengan kebangkrutan. Sehingga, muncullah pertanyaan apakah penyebab kebangkrutan bisnis-bisnis waralaba ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kombinasi yaitu kuantitatif dan kualitatif. Analisis dilakukan dengan menggunakan model Porter’s 5 Forces dan juga model Altman Z-Score dengan sumber data primer yang diambil langsung dari proses wawancara dengan pihak manajemen dan juga data sekunder berasal dari google maps. Penelitian dilakukan pada salah satu merk nasi goreng dengan pusat di Bandung yaitu Nasi Goreng Rempah Mafia yang memiliki life cycle bisnis serupa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasanya kondisi penjualan Nasi Goreng Mafia memang mengalami penurunan dari tahun ke tahun, namun, hasil Altman menunjukkan perusahaan masih dalam kondisi ‘sehat’. Hasil ini dijelaskan dengan model Porter’s 5 Forces menunjukkan penurunan pembelian disebabkan oleh peningkatan kompetisi industri kuliner di Bandung dari tahun ke tahun dan fase Covid-19 membuat hampir seluruh gerai waralaba memutuskan untuk menutup secara permanen.Downloads
Download data is not yet available.
Downloads
Published
2025-03-24
Issue
Section
Articles