PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU EKSIBISIONISME DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA

  • Sophie Nandita Universitas Pasundan

Abstract

Ekshibisionisme merupakan penyimpangan seksual yang digolongkan sebagai paraphilia. Di Indonesia, eksistensi ekshibisionisme sudah banyak terjadi di lingkungan masyarakat. Kriminalisasi terhadap ekshibisionisme diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan bahkan diatur dalam RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Saat ini, sudah banyak berbagai kasus ekshibisionisme yang sudah diadili di pengadilan. Penulisan ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lainnya. Kesimpulan dari penulisan ini adalah pelaku ekshibisionisme dikategorikan sebagai gangguan kejiwaan, namun berdasarkan Pasal 44 KUHP tidak semua orang yang memiliki gangguan kejiwaan dikatakan tidak mampu bertanggungjawab. Maka dari itu, hakim berhak menentukan apakah pelaku mampu bertanggungjawab atau tidak berdasarkan pertimbangannya.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Jul 27, 2022
How to Cite
NANDITA, Sophie. PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU EKSIBISIONISME DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA. MAHUPAS : Mahasiswa Hukum Unpas, [S.l.], v. 1, n. 02, p. 49-66, july 2022. Available at: <https://journal.unpas.ac.id/index.php/mahupas/article/view/5706>. Date accessed: 18 aug. 2022.
Section
Articles