ANALISIS HERMENEUTIKA DILTHEY DALAM PUISI DALAM DOAKU KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO

Authors

  • Dewi Indah Kartika Universitas Sebelas Maret
  • Mibtadin Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.23969/literasi.v16i2.64816

Keywords:

ausdruck, dilthey's hermeneutics, erlebnis, sapardi djoko damono, verstehen

Abstract

Puisi Dalam Doaku karya Sapardi Djoko Damono memuat fenomena kebahasaan yang unik berupa penggunaan verba menjelma sebagai penanda kompleksitas perubahan wujud batin manusia. Kompleksitas tersebut tidak cukup apabila dimaknai melalui identifikasi konstruksi kebahasaan saja. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dan bertujuan mendeskripsikan erlebnis (pengalaman hidup), ausdruck (ungkapan atau ekspresi tekstual), dan verstehen (pemahaman) sebagai upaya mengeksplorasi lapisan makna puisi secara mendalam. Berbeda dengan kajian terdahulu yang cenderung memperlakukan diksi sebagai elemen stilistika saja, penelitian ini berupaya menguraikan pergeseran ontologis sosok kau dari objek kosmis hingga terinternalisasi dalam batin melalui verba menjelma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Sumber data adalah antologi Hujan Bulan Juni 1959-1994: Sepilihan Sajak karya Sapardi Djoko Damono edisi e-book dwibahasa Indonesia-Rusia, dengan data berupa keseluruhan baris puisi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca (close reading) dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erlebnis yang melatarbelakangi terciptanya puisi ini adalah rekonstruksi pengalaman cinta yang membuat penyair memahami diri dan dunianya. Ausdruck terwujud melalui verba menjelma menghadirkan transformasi sosok ‘kau’ dari objek kosmis hingga bagian paling intim dari diri penyair. Verstehen yang dihasilkan adalah doa dalam puisi merupakan bentuk cinta paling murni yang tidak meminta kehadiran atau balasan, melainkan hanya mendoakan keselamatan sosok yang dicintai.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhimas, Y. B., Ahmadi, A., & Raharjo, R. P. (2023). Estetika Puisi Karya Sapardi: Perspektif Sastra Terjemahan Mandarin-Indonesia. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 8(2), 162-175. https://doi.org/10.36709/bastra.v8i2. 183

Damono, S. D. (2021). Hujan Bulan Juni 1959-1994: Sepilihan Sajak [e- book edisi dwibahasa Indonesia- Rusia] (O. Kotkina, S. Shaposhnikova, & S. Banit, Trans.). Volodey. Farah, N. (2019).

Analisis Hermeneutika Dilthey Terhadap Puisi Doa Karya Amir Hamzah. Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan, 5(1), 1-15. https://doi.org/10.24235/jy.v5i1.451 2

Karomah, N., & Azizah, R. N. (2024). Eksplorasi Hermeneutika Wilhelm Dilthey Pada Lirik Lagu Monolog Karya Pamungkas. Jurnal Komposisi, 9(1), 51-62. https://doi.org/10.53712/jk.v9i1.244 1

Keraf, G. (1991). Diksi dan Gaya Bahasa: Komposisi Lanjutan I (Edisi yang Diperbarui). Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

Madeamin, R. (2024). Kajian Hermeneutika Wilhem Dilthey pada Lagu Celengan Rindu. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan dan bahasa, 1(2), 339- 347.https://doi.org/10.62383/dilan.v 1i2.768

Nelson, E. (2019). Interpreting Dilthey: Critical Essays (Cambridge: Cambridge University Press). https://doi.org/10.1017/9781316459 447

Nurhidayat, S. F. (2023). Pemaknaan Puisi “Jarak 1” Karya Heri Isnaini dengan Pendekatan Hermeneutika. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 1(3), 27-34. https://doi.org/10.51903/pendekar.v 1i3.249

Rahmadani, R. O., Wirawan, G., Rachim, R. C., Zuhri, A. A., & Damayanti, N. S. (2023). Pesan Kehidupan dalam Puisi “Layang- Layang” Karya sapardi Djoko Damono. SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(4), 1- 13.https://doi.org/10.32682/sastrane sia.v10i4.2742

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-07-31