KONSEP MEMAYU HAYUNING BAWANA: ANALISIS HERMENEUTIKA PADA PUISI-PUISI SAPARDI DJOKO DAMONO

  • Heri Isnaini IKIP Siliwangi, Cimahi

Abstract

Abstrak
Artikel ini membahas konsep memayu hayuning bawana  pada puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono. Konsep memayu hayuning bawana merupakan salah satu konsep ajaran mistik Jawa yang bertujuan membangun keseimbangan, kesadaran, dan kelestarian alam. Konsep ini dapat juga dimaknai sebagai rahmatan lil alamin, yakni menjadikan manusia bermanfaat bagi sesama dan alam. Konsep ini juga bertujuan mencapai keselarasan mikrokosmos dan makrokosmos, yakni keselarasan hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam. Teori yang digunakan pada pembahasan ini adalah teori hermeneutika Paul Ricoeur dengan memfokuskan pada pembahasan kode-kode simbolik yang terkait dengan kerangka konsep memayu hayuning bawana. Tahapan-tahapan dalam menganalisis puisi ini diawali dengan objektifikasi struktur teks, mengklasifikasi kode-kode simbolik, menafsirkan kode-kode simbolik, memaknai teks sesuai kerangka konsep mistik Jawa, dan mengaitkan teks yang memiliki relasi dengan teks yang lain. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menunjukkan konsep memayu hayuning bawana dalam puisi-puisi Sapardi Djoko Damono sebagai bentuk ideologi yang digunakan penyair dalam merepresentasikan gagasan dalam bentuk puisi.
 
Kata Kunci: konsep memayu hayuning bawana, hermeneutika, puisi, stilistika
Abstract
This article discusses the concept of “memayu hayuning bawana” in Sapardi Djoko Damonos poetries. The concept of “memayu hayuning bawana” is one of the concepts of Javanese mystical teachings aimed at building balance, awareness, and preservation of nature. This concept can also be interpreted as “rahmatan lil alamin”, which is to make humans useful for others and nature. This concept also aims to achieve harmony between the microcosm and the macrocosm, namely the harmony of human relations with God, human relations with humans, and the relationship between humans and nature. The theory used in this discussion is Paul Ricoeur's hermeneutic theory by focusing on the discussion of symbolic codes related to the concept framework of “memayu hayuning bawana”. The stages in analyzing this poem begin with objectification of the structure of the text, classifying symbolic codes, interpreting symbolic codes, interpreting texts according to the framework of Javanese mystical concepts, and linking texts that have relations with other texts. Thus, the results of this study can show the concept of “memayu hayuning bawana” in Sapardi Djoko Damono's poetry as an ideological form used by poets to represent ideas in poetic form.
 
Keywords: the concept of “memayu hayuning bawana”, hermeneutics, poetry, stylistics

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Feb 14, 2021
How to Cite
ISNAINI, Heri. KONSEP MEMAYU HAYUNING BAWANA: ANALISIS HERMENEUTIKA PADA PUISI-PUISI SAPARDI DJOKO DAMONO. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, [S.l.], v. 11, n. 1, p. 8-17, feb. 2021. ISSN 2549-2594. Available at: <https://journal.unpas.ac.id/index.php/literasi/article/view/2849>. Date accessed: 14 apr. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.23969/literasi.v11i1.2849.