DINAMIKA “NEW PUBLIC SERVICE” SEIRING PERGESERAN “CITIZEN TO NETIZEN” DI BIDANG PELAYANAN KESEHATAN KABUPATEN GARUT (STUDI PREVALENSI STUNTING)
DOI:
https://doi.org/10.23969/kebijakan.v17i02.32423Keywords:
New Public Service, Citizen, Netizen, Pelayanan KesehatanAbstract
pada tahun 2022, yang menempatkan Garut sebagai Kabupaten tertinggi angka prevalensi stunting di Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengkaji upaya penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Garut, (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang menghambat upaya percepatan penurunan angka prevalensi stunting, dan (3) Membangun model pendekatan whole of government dalam upaya percepatan penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Garut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, focus group discussion, dengan informan kunci adalah orang-orang yang tergabung dalam TPPS tingkat Kelurahan, serta studi dokumentasi pada dokumen laporan kegiatan dan program yang berkaitan dengan stunting. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan dan menyiapkan data, mempelajari data, melakukan koding, mendeskripsikan proses koding, menghubungkan tema-tema dan menginterpretasikan makna dari setiap tema.
Penelitian menunjukkan bahwa upaya penurunan angka prevalensi stunting di Kelurahan Kotawetan dan Sukamantri Kabupaten Garut telah dilakukan dengan dibentuknya satgas stunting melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kelurahan. Melalui pendekatan whole of government dengan nilai-nilai dasar koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi, upaya penurunan prevalensi stunting dinilai belum optimal. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menghambat upaya penurunan stunting, yaitu akses layanan kesehatan, keterbatasan anggaran, sarana prasarana, dan sumber daya manusia, masih adanya konflik kepentingan, masalah komunikasi dan koordinasi, dan faktor partisipasi masyarakat. Faktor lainnya yang menjadi penyebab tidak langsung terjadinya stunting adalah faktor sosio-ekonomi, faktor pendidikan orang tua, faktor sanitasi dan kebersihan lingkungan serta pola asuh dan kebiasaan masyarakat. Selanjutnya, dalam pembangunan model diketahui peran penting kepemimpinan khususnya dari tokoh masyarakat, komunikasi dan komitmen dalam memperkuat koordinasi sebagai bingkai utama yang di dalamnya berjalan aspek integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi untuk membangun kepercayaan antar anggota, yang bermuara pada terciptanya budaya organisasi positif untuk mencapai penurunan angka prevalensi stunting. Model ini dapat diimplementasikan sebagai salah satu pendekatan untuk mempercepat penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Garut.
Downloads
References
Addink, H. (2019). Good Governance Concept and Contex. Oxford University Press.
Adisasmita, R. (2011). Pembiayaan Pembangunan Daerah. Yogyakarta: Graha Ilmu
Aitsi-Selmi, A., Egawa, S., Sasaki, H., Wannous, C., & Murray, V. (2015). The Sendai framework for disaster risk reduction: Renewing the global commitment to people’s resilience, health, and well-being. International journal of disaster risk science, 6(2), 164-176.
Boddy, D., & Gunson, N. (2022). Organization in Network Age. Routledge.
Bouckaert, G., Peters, B. G., & Verhoest, K. (2010). The Coordination of Public Sector Organizations: Shifting Patterns of Public Administration. Palgrave Macmillan
Bryson, J. M. (2007). Perencanaan Strategis Bagi Organisasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Budiati, L. (2017). Whole of government (WoG) Pada Sektor Publik BPSDM Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Bustomi, Thomas. (2023), Dinamika Administrasi Publik , Orasi Ilmah Guru Besar Universitas Pasundan, Bandung
Christensen, T., & Lægreid, P. (2007). Transcending New Public Management: The Transformation of Public Sector Reforms. Ashgate Publishing, Ltd
Colgan, A., Kennedy, L. A., & Doherty, N. (2014). A Primer on Implementing Whole of government Approaches. The Centre for Effective Services.
Cordero-Reyes, A. M., Palacios, I., Ramia, D., West, R., Valencia, M., Ramia, N., ... & Grunauer, M. (2017). Natural disaster management: experience of an academic institution after a 7.8 magnitude earthquake in Ecuador. Public health, 144, 134-141.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publication, Inc.
Daft, R. L. (2013). Organization Theory and Design. Cengage Learning.
David, F. R. 2003. Manajemen Strategis Konsep-Konsep. Jakarta: Indeks.
Denhardt, J. V., & Denhardt, R. B. (2015). The new public service: Serving, not steering. Routledge.
Doberstein, C. (2017). Designing Collaborative Governance Decision- Making in Search of a Collaborative Advantage. Public Management Review, 18(6), 819–841.
Donelly Jr., J. H. (1996). Fundamentals of Management. Boston: Irwin McGraw-Hill.
Dunn, W. N. (2018). Public Policy Analysis: An Integrated Approach. Routledge Taylor & Francis Group.
Dye, T. R., & Dye, T. R. (2017). Understanding Public Policy. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of public administration research and theory, 22(1), 1-29.
Farmer, D. J. (2020). Beyond Public Administration: Contemplating and Nudging Government in Context. Taylor & Francis Group.
Firdausy, C. M. (2018). Optimalisasi Kebijakan Penerimaan Daerah. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Ghony, M. D., Wahyuni, S., & Almanshur, F. (2020). Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Kualitatif. Refika.
Goldworthy, A. (1998). Australian Public Affairs Information Service. Australia: APAIS.
Hasibuan, M. S. P. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Hatten, K. J., & Hatten, M. L. (1987). Strategic groups, asymmetrical mobility barriers and contestability. Strategic management journal, 8(4), 329-342.
Hisanuddin, L. O. S. I., & Andriani, R. (2022). Perkembangan Teori Administrasi Publik. Deepublish Publisher.
Hrebiniak, L. G. (2005). Making Strategy Work: Leading Effective Execution and Change. New Jersey: Prentice Hall.
Hunger, D., & Wheelen, T. L. (2003). Manajemen Strategis. Yogyakarta: Andi Offset.
Ismail. (2020). Manajemen Strategis Sektor Publik. Qiara Media.
Jones, G. R. (2013). Organization Theory, Design, and Change. Pearson Education.
Keyton, J. (2011). Communication and Organizational Culture: A Key to Understanding Work Experiences. Sage Publication Ltd.
Kraft, M. E., & Furlong, S. R. (2018). Public Policy: Politics, Analysis, and Alternatives. SAGE Publication, Inc.
Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2020). Management Information Systems: Managing the Digital Firm. Pearson.
Moenir, A. S. (2002). Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksa.
Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nazir, M. (1988). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
OECD. (2010). Cutting Red Tape: Why Is Administrative Simplification So Complicated? Looking beyond 2010. Paris: OECD Publishing.
OECD. (2019). Good Governance for Critical Infrastructure Resilience. OECD.
Pearce, J. A., & Robertson, R. B. (2008). Manajemen Strategis: Formulasi, Implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Salemba Empat.
Poister, T. H., & Streib, G. D. (2018). Strategic management in the public sector: Concepts, models, and processes. In Performance Based Budgeting (pp. 283-305). Routledge.
Pollitt, C. (2007). The new public management: an overview of its current status. Administratie Si Management Public, (8), 110.
Porter, M. E. (2001). Strategi Bersaing, Teknik menganalisis Industri dan Pesaing. Jakarta: Erlangga.
Purwanto, B. H., & Afandi, M. N. (2021). Manajemen Strategi Sektor Publik: Konsep, Teori, dan Praktik Manajemen Strategi untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi. Refika Aditama.
Quinn, James Brian dan Hilmer, Frederick G. (1995). “Strategic Outsourcing”. The McKinsey Quarterly: 48-70
Rangkuti, F. (2017). SWOT Balanced Score Card: Teknik Menyusun Strategi Korporat yang Efektif plus Cara Mengelola Kinerja dan Risiko. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2013). Organizational Behavior. Prentice Hall.
Robbins, S. P., & Coulter, M. (2016). Manajemen. Jakarta: Erlangga.
Salusu, 2015. Pengambilan Keputusan Stratejik Untuk Organisasi Publik dan Organisasi Nonprofit. Jakarta: Grasindo.
Sawir, M. (2021). Ilmu Administrasi dan Analisis Kebijakan Publik: Konseptual dan Praktik. Deepublish Publisher.
Sedarmayanti. (2016). Manajemen Strategi. Bandung: Refika Aditama.
Shafritz, J. M., Russell, E. W., Borick, C. P., & Hyde, A. C. (2017). Introducing Public Administration. Taylor & Francis, Routledge.
SMERU Research Institute. (2018). The Importance of Social Protection for Stunting Prevention in Indonesia. Jakarta: SMERU.
Sugandha, D. (1988). Koordinasi Alat Pemersatu Gerak Administrasi. Jakarta: Intermedia.
Sugiyono, (2014). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Studi Kasus: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi. Bandung: Alfabeta.
Suwarno, Y., & Sejati, T. A. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Whole of Government. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Syafiie, I. K. (2011). Manajemen Pemerintahan. Jakarta: Pustaka Reka Cipta.
Syafiie, I. K. (2006). Ilmu Administrasi Publik. Jakarta: Rineka Cipta.
Tahir, A. (2020). Administrasi Publik: Good Governance menuju Sound Government. Bandung: Alfabeta.
Tangkilisan, Hessel Nogi S. 2003. Menejemen Modern Untuk Sektor Publik. Yogyakarta: Baliriung & CoCommitment to People’s Resilience, Health, and Well-being. International Journal of Disaster Risk Science, 6(2), 164–176.
Thompson, A., Janes, A., Peteraf, M., Sutton, C., Gamble, J., & Strickland, A. (2013). EBOOK: Crafting and executing strategy: The quest for competitive advantage: Concepts and cases. McGraw hill.
World Health Organization. (2018). WHO guideline on health policy and system support to optimize community health worker programmes. Geneva: World Health Organization.



