Identifikasi Risiko Bahaya K3 pada Proyek Revitalisasi Bendungan di Kabupaten Bogor dengan Metode HIRARC

Authors

  • Annissa Azzahra Mutia Indryani Institut Teknologi Nasional Bandung
  • Kancitra Pharmawati Institut Teknologi Nasional Bandung

DOI:

https://doi.org/10.23969/infomatek.v28i1.37337

Keywords:

HIRARC, K3, Konstruksi Berbasis Air, Revitalisasi Bendungan, Risiko Tinggi

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi Indonesia, ditambah kompleksitas risiko ganda (darat dan perairan) pada proyek berbasis air seperti revitalisasi bendungan, menuntut penerapan manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan merumuskan pengendalian spesifik menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) pada proyek revitalisasi bendungan di Kabupaten Bogor. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan standar AS/NZS 4360:2004 untuk 6 kegiatan (pekerjaan persiapan, pengerukan, pembuatan dinding penahan tanah, pembuatan saluran gendong, pembuatan box culvert, pembuatan saluran pelimpah). Hasil penelitian menunjukkan dari 6 kegiatan terdapat 18 potensi risiko yang menunjukkan bahwa 83,3% risiko berada dalam kategori risiko sedang, sementara 16,7% risiko diklasifikasikan sebagai risiko tinggi. Risiko tinggi ini terpusat pada kegiatan pengerukan (cedera akibat longsoran galian), pembuatan saluran gendong (luka akibat runtuhnya dinding galian), dan pembuatan saluran pelimpah (cedera akibat jatuh dari ketinggian). Pengendalian diprioritaskan pada tingkat rekayasa teknik, meliputi pemasangan sistem penahan dinding galian, penggunaan kotak parit, serta pemasangan pagar pengaman dan jaring pengaman untuk pekerjaan di ketinggian. Selain itu, langkah administratif wajib mencakup sistem izin kerja, penetapan prosedur kerja aman, dan pelatihan spesifik. Penelitian ini memberikan panduan praktis dan ilmiah dalam memprioritaskan alokasi sumber daya K3 dan merumuskan intervensi mitigasi risiko secara tepat sasaran pada konstruksi berbasis air.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agastya, F. S., Nugraheni, F., & Sri. (2024). Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018. AGREGAT, 9(2), 1083–1090. https://doi.org/https://doi.org/10.30651/ag.v9i2.23808

Ardiansyah, M. K., Irawan, S., & Purba, H. H. (2022). Identifikasi Faktor Risiko Keselamatan Pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung di Indonesia dalam 10 Tahun Terakhir (2011-2021): Kajian Literatur. Jurnal Teknologi Dan Manajemen, 20(1), 45–58. https://doi.org/https://doi.org/10.52330/jtm.v20i1.46

Aulia, D., Ma’rifah, L., Yurrazak, I., & Purba, H. H. (2021). Manajemen Risiko Safety dalam Proyek Konstruksi Bendungan: Kajian Literatur. Journal of Industrial and Engineering System, 2(1), 63–74. https://doi.org/http://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/JIES/article/download/636/502

Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, K. P. (2024). Strategi Pengembangan Infrastruktur Mendukung Pengarusutamaan Perubahan Iklim [Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat]. https://bpiw.pu.go.id/artikel/strategi-pengembangan-infrastruktur-mendukung-pengarusutamaan-perubahan-iklim

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. (2023). Laporan Tahunan Kecelakaan Kerja.

Darabont, D. C., Moraru, R. I., Antonov, A. E., & Bejinariu, C. (2017). Managing new and emerging risks in the context of ISO 45001 standard. Calitatea, 18(S1), 11.

Daud, M., Budihardjo, M. A., & Isnanto, R. (2022). Evaluasi Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan Metode HIRARC pada Proyek Pembangunan Sistem Penyediaan Air Baku Bendungan Pengga Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal JPII, 1(1), 104–111.

Gan, S. L. (2019). Importance of Hazard Identification In Risk Management. Industrial Health, 57(3), 281–282. https://doi.org/https://doi.org/10.2486/indhealth.57_300

Hartono, W., Handayani, D., & Ahya, B. A. (2024). Analisis Manajemen Risiko Kecelakaan Kerja Dengan Standar AS/NZS 4360:2004 Pada Proyek Konstruksi Jembatan Beton. Matriks Teknik Sipil, 11(4), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/mateksi.v11i4.76561

International Labour Organization (ILO). (2021). World Statistics on Occupational Accidents and Diseases.

Kabul, E. R., & Yafi, F. (2022). HIRARC Method Approach As Analysis Tools In Forming Occupational Safety Health Management and Culture. Sosiohumaniora, 24(2), 218–228. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v24i2.38525

Karima, P. R. (2023). Analisis Tingkat Risiko Keselamatan Kerja Dengan Menggunakan Metode HIRADC Pada Pekerjaan Galian Timbunan. Universitas Islam Indonesia.

Moch. (2022). Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Konstruksi Bendungan Sesuai dengan PERMEN PUPR N0. 10 Tahun 2021. Jurnal Teknik Ilmu Dan Aplikasi, 3(2), 105–113. https://doi.org/https://doi.org/10.33795/jtia.v3i1.103

Nurhijrah. (2018). Pencegahan Resiko Kecelakaan Jatuh Dari Ketinggian Pada Pekerjaan Industri Konstruksi Di Indonesia . PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik, 3(1), 85–92.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). (2021).

Peraturan Menteri Tenaga Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. (2018).

Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (2012).

Putra, S. A. P., Suraji, A., Nugraheni, F., & Faisol, A. M. (2019). Model Job Safety Analysis Berbasis HIRADC (Hazard Identification, Risk Assesment and Determining Control) pada Pekerjaan Struktur Proyek Rumah Susun. Universitas Islam Indonesia.

Rahman, M. M. (2020). Safety Risk Assessment in Dam Construction Projects: A Case Study in Malaysia. Safety Science Journal.

Ramli, S., Djajaningrat, H., & Praptono, R. (2011). Pedoman Praktis Manajemen Risiko dalam Prespektif K3 OHS Risk Management (Manajemen K3 002). Dian Rakyat.

Rosadi, A. H., & Hamdhan, I. N. (2022). Identifikasi Risiko Pada Proyek Penanganan Longsoran Lereng Jalan Di Indonesia Dengan Metode HOR (House of Risk) . Jurnal Jalan-Jembatan, 39(2), 101–113.

Satrio, I. R. (2024). Penilaian Risiko Keamanan Bendungan Menggunakan Metode Andersen untuk Bendungan Haekrit. Jurnal Teoritis Dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil, 12(1), 13–22. https://doi.org/https://doi.org/10.33558/bentang.v12i1.7169

Sunaryo, & Hamka, M. A. (2017). Safety Risks Assessment On Container Terminal Using Hazard Identification and Risk Assessment and Fault Tree Analysis Methods. Procedia Engineering, 194, 307–314. https://doi.org/10.1016/j.proeng.2017.08.150

Supriyadi, H. (2020). Efektivitas hirarki pengendalian risiko dalam menurunkan tingkat kecelakaan kerja di industri manufaktur. Jurnal Teknik Industri, 15(1), 45–60.

Takala, J. (2017). Global Estimates of the Burden of Injury and Illness at Work in 2012. Journal of Occupational and Environmental Hygiene, 11(5), 326–337.

Trianto, W. M. (2020). Bekerja di Ketinggian Pada Pekerjaan Konstruksi – Peraturan dan Tindakan Pencegahan. Majalah Ilmiah Swara Patra, 10(1), 39–50. https://doi.org/https://doi.org/10.37525/sp/2020-1/247

Widodo, S. (2021). Tantangan Keselamatan Kerja pada Proyek Revitalisasi Danau dan Situ di Indonesia. Jurnal Teknik Hidraulik, 12(1), 46–58.

Wirahadikusumah, R. D., & Ferial, F. (2005). Kajian Penerapan Pedoman Keselamatan Kerja pada Pekerjaan Galian Konstruksi. Jurnal Teknik Sipil, 12(2), 53–62. https://doi.org/https://doi.org/10.5614/jts.2005.12.2.1

Yuen, K. W., Park, E., Hazrina, M., Taufik, M., Santikayasa, P., Latrubesse, E., & Lee, J. S. H. (2023). A Comprehensive Database of Indonesian Dams and Its Spatial Distribution. Remote Sensing, 15(925), 1–19. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/rs15040925

Downloads

Published

2026-04-14

How to Cite

Indryani, A. A. M., & Pharmawati, K. (2026). Identifikasi Risiko Bahaya K3 pada Proyek Revitalisasi Bendungan di Kabupaten Bogor dengan Metode HIRARC. Infomatek, 28(1), 109–120. https://doi.org/10.23969/infomatek.v28i1.37337