REVITALISASI PARAMALENYEP: MENGEMBALIKAN KEARIFAN SUNDA DI TENGAH TANTANGAN GLOBALISASI
Keywords:
revitalisasi budaya, globalisasi, etika kepemimpinan, paramalenyep, budaya sundaAbstract
Konsep budaya lenyep dan ngalenyepan dalam masyarakat Sunda mencerminkan kontemplasi yang mendalam, kebijaksanaan dalam tindakan, dan pengendalian diri sebelum membuat keputusan. Di era globalisasi, di mana informasi instan dan respons cepat mendominasi, nilai-nilai ini menghadapi tantangan yang signifikan. Studi ini menggunakan pendekatan Grounded Theory untuk menemukan kembali makna lenyep dan ngalenyepan, memeriksa aplikasi modernnya, dan membangun teori kontekstual tentang relevansi dan revitalisasinya dalam kehidupan sosial dan profesional kontemporer. Melalui analisis literatur, wawancara mendalam, dan pengamatan etnografi, penelitian ini mengungkapkan bahwa lenyep dan ngalenyepan terus berperan penting dalam menumbuhkan kerukunan sosial, komunikasi etis, dan pengambilan keputusan yang bijaksana. Studi ini menyajikan kerangka konseptual yang menggambarkan bagaimana nilai-nilai ini dapat diadaptasi untuk memenuhi tantangan modern. Paramalenyep, sistem filosofis dan etika yang berakar pada kearifan Sunda, mewujudkan nilai-nilai saling peduli, tanggung jawab kolektif, dan harmoni yang berkelanjutan. Namun, dalam menghadapi globalisasi, sistem kearifan lokal seperti Paramalenyep semakin terpinggirkan, dibayangi oleh paradigma ekonomi dan budaya modern yang mengutamakan individualisme dan kemajuan material. Studi ini mengkaji tantangan yang ditimbulkan oleh globalisasi terhadap kearifan tradisional dan mengeksplorasi strategi untuk merevitalisasi Paramalenyep dalam tata kelola kontemporer, pendidikan, dan sistem ekonomi. Melalui pendekatan kualitatif, termasuk analisis filosofis, tinjauan pustaka, dan studi kasus, penelitian ini menyoroti bagaimana Paramalenyep dapat diintegrasikan ke dalam model manajemen modern, kepemimpinan etis, dan pembangunan berkelanjutan. Temuan menunjukkan bahwa Paramalenyep menawarkan kerangka kerja unik untuk menumbuhkan kohesi sosial, pengambilan keputusan etis, dan pertumbuhan ekonomi yang seimbang. Dengan mengembalikan Paramalenyep dalam struktur masyarakat modern, studi ini mengadvokasi pelestarian dan evolusi kearifan adat sebagai landasan untuk kemajuan etis dan berkelanjutan di dunia global.
Downloads
References
Battiste, M. (2002). Indigenous Knowledge and Pedagogy in First Nations Education: A Literature Review with Recommendations.
Brown, M. E., Treviño, L. K., & Harrison, D. A. (2005). Ethical leadership: A social learning perspective for construct development and testing. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 97(2), 117–134.
Charmaz, K. (2006). Constructing Grounded Theory: A Practical Guide through Qualitative Analysis. SAGE Publications.
Ekadjati, E. S. (2005). Kebudayaan Sunda: Suatu Pendekatan Sejarah. Dunia Pustaka Jaya.
Escobar, A. (1995). Encountering Development: The Making and Unmaking of the Third World. Princeton University Press.
Friedman, T. L. (2005). The World Is Flat: A Brief History of the Twenty-first Century. Farrar, Straus and Giroux.
Giddens, A. (1990). The Consequences of Modernity. Stanford University Press.
Hidayat, D. (2012). Komunikasi dan Budaya Sunda. UPI Press.
Hidayat, S. (2014). Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Masyarakat Sunda sebagai Sumber Etika Kepemimpinan.
Koentjaraningrat. (1993). Kebudayaan, Mentalitet, dan Pembangunan. Gramedia Pustaka Utama.
Lenyepser, B., & Strauss, A. (1967). The Discovery of Grounded Theory: Strategies for Qualitative Research. Aldine Publishing.
Purwanto, B. H., & Mulyana, D. (2025). Manajemen Perspektif Sunda | Pascasarjana Unpas Manajemen Perspektif Sunda.
Smith, L. T. (1999). Decolonizing Methodologies: Research and Indigenous Peoples. Zed Books.
Suryalaga, A. (2001). Falsafah Hidup Sunda. Masyarakat Sunda Menggugat.
Tomlinson, J. (1999). Globalization and Culture. University of Chicago Press.
UNESCO. (2003). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage.
Yukl, G., Mahsud, R., Hassan, S., & Prusia, G. E. (2013). An Improved Measure of Ethical Leadership. Journal of Leadership & Organizational Studies, 20(1), 38–48.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Al-Mizan Media Universitas Pasundan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.